Demo UU Cipta Kerja di Karanganyar, 2 Orang Bawa Sajam Dan Puluhan Anak Bawah Umur Ditangkap

Demo UU Cipta Kerja di Karanganyar, 2 Orang Bawa Sajam Dan Puluhan Anak Bawah Umur Ditangkap

Pada hari Selasa (13/10/2020) kemarin, Anak NKRI Karanganyar menggelar demo bertajuk aksi 1310 di depan kantor DPRD Kabupaten Karanganyar.

Aksi tersebut yakni mengusung agenda menolak UU Cipta Kerja.

Tetapi, dalam aksi tersebut diwarnai insiden penangkapan.

Polisi menangkap dua orang yang diduga membawa senjata tajam. Dari informasi, dua orang tersebut membawa senjata tajam menyerupai pisau.

AKBP Leganek Mawardi selaku Kapolres Karanganyar mengatakan bahwa masih mendalami motivasi dua orang itu membawa senjata tajam ke lokasi demo di Kantor DPRD Karanganyar.

Pada hari Selasa (13/10/2020) kemarin, Mawardi menjelaskan, “Masih kami identifikasi (apakah anak di bawah umur atau bukan). Ada dua orang ya yang bawa senjata tajam sejenis pisau. Jika memang terbukti akan kami proses hingga tuntas sebagai pelajaran bahwa menyampaikan aspirasi boleh asalkan damai. Motivasinya apa kok bawa senjata tajam”.

Baca Juga:  Dana Penataan Objek Wisata dari Kemenparekraf Sudah Cair, Dinas Pariwisata Solo Siap Kebutkan Proyek

Kapolres juga menegaskan bahwa situasi dan kondisi Kabupaten Karanganyar aman dan terkendali.

Saat aksi berlangsung, polisi juga mengamankan puluhan anak bawah umur berusia belasan tahun dan orang dewasa.

Pihak kepolisian lantas mendata mereka satu persatu.

Kapolres menjelaskan, “Ada beberapa dari anak-anak ini berada di sekitar lokasi (aksi) dan mengarah ke lokasi (aksi). Akhirnya kami amankan dan bawa ke mako polres untuk identifikasi dan mendapat pengarahan”.

Pada aksi demo di depan Gedung DPRD Karanganyar kemarin, kepolisian total menangkap 70-an anak dan orang dewasa.

Dari hasil pendataan polisi, remaja belasan tahun itu tengah menuntut ilmu pada salah satu pondok pesantren Kecamatan Matesih.

Baca Juga:  Polresta Tangkap Ratusan Pemuda dan Surati Puluhan Sekolah di Soloraya Imbas Aksi Demo Balai Kota

Dan sisanya, lelaki dewasa menuntut ilmu pada salah satu pondok pesantren Kecamatan Karangpandan. Semua berjenis kelamin laki-laki.

Mawardi menuturkan, “Anak-anak bawah umur ini saat kami tanyai tidak tahu diajak ke sini (lokasi aksi) untuk kegiatan apa. Apa yang harus mereka perjuangkan. Kalau yang lain (orang dewasa) tahu informasi (aksi) dari media sosial. Mereka hanya ikut-ikutan”.

Kapolres juga menyampaikan bahwa telah memulangkan anak-anak tersebut. Polisi berkoordinasi dengan orang tua maupun pengasuh pondok pesantren.

Tags: , ,