Denda Rp 50.000 Bagi Warga Tak Bermasker Di Sukoharjo Dihentikan

Denda Rp 50.000 Bagi Warga Tak Bermasker Di Sukoharjo Dihentikan

Penerapan denda senilai Rp 50.000 hingga kelipatannya bagi warga di Kabupaten Sukorjo yang tak bermasker dihentikan.

Pasalnya, pemkab Sukoharjo menunggu produk peraturan daerah (Perda) tentang protokol kesehatan Covid-19 ditetapkan.

Hingga saat ini penegakan hukum terkait penerapan protokol kesehatan merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Sukoharjo Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Terhadap Protokoler Kesehatan Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Heru Indarjo selaku Kepala Satpol PP Sukoharjo menyampaikan, bahwa Perbup masih terlalu lemah sebagai produk hukum dalam penegakan giat operasi protokol kesehatan Covid-19.

Pada hari Kamis (1/10/2020) kemarin, Heru menuturkan, “Diperlukan Perda agar produk hukum untuk penegakan operasi protokol kesehatan Covid-19 lebih optimal”.

Baca Juga:  1 RT di Kelurahan Bumi Solo Karantina Wilayah

Sekarang ini, Pemkab Sukoharjo tengah menyiapkan Perda penegakan hukum protokol Covid-19.

Ditargetkan perda tersebut rampung secepatnya sehingga bisa diterapkan di kalangan masyarakat.

Pasalnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo hingga kini belum menunjukkan tren menurun.

Berdasarkan data kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo per 30 September 2020 lalu, tercatat ada kenaikan enam kasus positif.

Dengan tambahan enam kasus itu, akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo menjadi 687 kasus. Sementara kasus positif sembuh juga naik satu sehingga totalnya menjadi tetap 467 kasus.

Saat ini kasus positif Covid-19 di Sukohajo yang aktif masih terdapat 188 kasus. Rincinya adalah 122 orang isolasi mandiri, empat isolasi rumah sehat, dan 62 orang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk kasus positif meninggal tetap 32 orang.

Tags: , ,