Dengan Konsep Baru, PJF 2020 Tetap Digelar

Perhelatan Prambanan Jazz Festival (PJF) 2020 malam pertama, Sabtu (31/10/2020), yang digelar secara virtual dari pelataran Candi Prambanan berlangsung sukses. Perhelatan yang disaksikan melalui beberapa platform, seperti kanal USee TV, aplikasi iKOnser dan website www.tiketapasaja.com ini menghadirkan para penyanyi dan musisi terkemuka Indonesia.

Tampil pertama ada Joko In Berlin yang menyuguhkan lagu-lagu khas mereka, seperti “Pesawat Kertas,” Misantrophy,” “Senyum,” ”Senja,” dan “Euphoria.” Band indie asal Jakarta yang membawakan nuansa musik Eropa ini juga sedikit memberikan maneuver permainan musik mereka di sela-sela penampilan.

“Kita main-main dikit yuk” ungkap Mellita Sie, sang vokalis.

Lanjut ada Fourtwnty, band indie bentukan dari Roby Satria yang merupakan mantan personel dari band Geisha ini juga menyuguhkan tembang-tembang khas mereka, seperti “Realita,” “Diam-Diam Kubawa Satu,” “Hitam dan Putih,” hingga tembang andalan mereka “Zona Nyaman”.

“Banyak sekali yang nonton!” gurau Ari lesmana, sang vokalis. “Semoga kalian semua dalam kondisi baik di tengah-tengah situasi ini.” Lanjut Ari

Fourtwnty juga menyanyikan single terbaru mereka yang dirilis tepat di perayaan hari jadi mereka yang ke-10, “Nematomorpha,” dan mereka menutup penampilan dengan tembang “Fana Merah Jambu”.

Kemudian ada penampilan dari Isyana Sarasvati yang tahun ini kembali mengisi panggung PJF.

“Saya senang bisa bermain lagi akhirnya dan semoga ini menjadi penyemangat untuk bangkit dari keterpurukan.” Ungkap Isyana yang tampil bersama band pengiring.

Baca Juga:  KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

Di PJF kali ini, Isyana membawakan tembang-tembang ciptaannya, “Lexicon,” “Sikap Duniawi,” “Mad,” “Ragu Semesta,” “Lagu Malam Hari,” hingga “Unlock The Key”.

Band indie berikutnya ada Pustaka, mengusung delapan lagu hits, berjudul, “Berdua Saja,” “Kita,” “Kita Hanya Sebentar,” “Pejamkan Matamu,” “Jalan Pulang,” “Aku, Kau, dan Malam,” “Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan,” dan “Akad.”

Tompi, yang dalam Prambanan Jazz Festival kali ini menjadi visual director, juga mengisi panggung dan menghibur penonton dengan tujuh lagu yang sebagian besar andalannya, dua di antaranya ada, “Selalu Denganmu” dan “Menghujam Jantungku”.

Perhelatan PJF 2020 hari pertama ditutup dengan penampilan dari Tulus, yang membawakan tembang-tembang andalannya, seperti “Gajah,” “Jangan Cintai Aku Apa Adanya,” “Labirin, “Tukar Jiwa,” dan “Adaptasi”.

Tulus juga menuturkan bahwa dirinya juga merindukan suasana PJF seperti tahun-tahun sebelumnya, “Malam ini saya tampil dengan format berbeda, tapi tetap dengan semangat yang sama” ungkap Tulus.

Di sela-sela acara juga ditampilkan video perjalanan dari perhelatan PJF yang dimulai sejak 2015 lalu. PJF ini sendiri merupakan bentuk promosi wisata yang dikemas dengan pertunjukan musik dengan skala internasional.

Dalam video itu juga muncul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PJF tahun ini, khususnya untuk Rajawali Indonesia penyelenggara.

Baca Juga:  Tingkat Kunjungan Mal Fluktuatif, Pengelola Berharap Pemkot Bisa Tinjau Ulang SE

Dalam pantauan Soloraya.id secara daring melalui www.tiketapasaja.com, beberapa penonton terpilih juga dilibatkan melalui zoom yang juga ditampilkan di sela-sela penampilan para penyanyi dan musisi.

Melalui press rilis yang diterima Soloraya.id, Founder dan CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi mengatakan bahwa upaya untuk menghadirkan penonton dengan format baru sudah diajukan, salah satunya dengan cara memberikan batas berupa kotak pagar yang diisi maksikal 4 orang. Konsep ini diadaptasi dari konser yang diadakan di New  Castle, Inggris. Namun tetap perijinan tidak dikeluarkan oleh pemeritah daerah setempat karena situasi pandemi.

Anas juga mengaku bahwa situasi ini bukan menjadi halangan untuk berkarya. Melainkan menjadi tantangan untuk membuat konsep baru untuk bisa bertahan di masa-masa yang akan datang.

Meskipun acara tertunda selama 1 jam, perhelatan PJF 2020 hari pertama tetap berajalan lancar. Kru dan penampil tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai dari menjalani rapid test, penggunaan masker hingga jaga jarak.

Sementara, pada hari kedua nanti, Minggu (01/11/2020), jam 16.00 WIB, Ardhito Pramono, TheEverydayBand, Nadin Amizah, Pamungkas, Sinten Remen feat Endah Laras, dan Yura Yunita menjadi penampil perhelatan musik bergengsi ini. Para musisi akan membawakan lagu-lagu mereka dalam jazz version.

Tags: , ,