Desain Interior dan Arsitektur Adalah Satu Kesatuan dalam Sebuah Bangunan

Desain interior merupakan seni bagaimana memberikan sebuah suasana nyaman bagi siapapun yang berada dalam suatu ruangan dalam bangunan, baik itu rumah hunian, bangunan perkantoran atau bangunan tempat umum.

Untuk mengetahui lebih dalam, Soloraya.id bertemu dengan dua bersaudara yang berkecimpung dalam dunia desain interior yang telah mengerjakan projek-projek dari level hunian hingga revitalisasi bangunan cagar budaya. Savitri, 32, sudah menjadi desainer interior selama 7 tahun, sekarang sudah beralih sebagai UX Designer di perusahan teknologi di Jakarta dan Verdiyan Wirangga, 28, lead designer yang masih aktif untuk projek-projek desain interior di Solo.

Savitri menjelaskan bahwa desain interior itu adalah seni menyulap sebuah ruangan dalam bangunan sehingga nyaman dipakai untuk penggunanya. Pengguna dalam hal ini bisa pemilik rumah atau pengunjung yang datang di sebuah tempat umum, seperti kafe dan lain sebagainya.

“Nggak hanya dipakai tapi juga enak dipandang secara estetika,” jelas Savitri kepada Soloraya.id dalam wawancara eksklusif di Keris Café & Kitchen, Senin (12/10/2020).

Verdiyan menambahkan bahwa seni desain interior itu juga memberikan sebuah experience karena pada umumnya masyarakat menghabiskan waktunya didalam ruangan.

Baca Juga:  Tempat Wisata di Karanganyar Bakal Dirazia Satgas Covid-19

“Jadi berbeda dengan exterior yang hanya dilihat sewaktu-waktu, tapi untuk interior kita harus experience segalanya dari segi desain, estetis, lighting, kenyamanan, keamanan dan sebagainya.” tambah Verdiyan.

Secara spesifik, desain interior tentunya berbeda dengan desain arsitektur secara luas. Savitri menjelaskan secara spesifik bahwa desain arsitektur itu mencakup struktur bangunan, roofing, hingga desain eksterior yang masing-masing ada kalkulasinya. Bahkan untuk arsitektur sendiri juga mencakup plumbing atau saluran pembuangan.

Secara umum desain arsitektur secara luas itu melibatkan banyak ahli dan desainer interior adalah salah satu tim ahli dalam seni arsitektur yang merancang bagian dalam sebuah bangunan yang kalkulasinya lebih pada kebutuhan dalam ruangan, salah satunya adalah perabot. Namun desainer arsitektur harus bisa berpadu dengan desainer interior untuk penyatuan sebuah filosofi karena kembali pada teori dasar bahwa seni merancang bangunan, baik itu dari sisi arsitektur dan interior ruangan adalah memberikan sebuah experience kepada end-user, dalam hal ini adalah mereka yang ada dalam ruangan.

Baca Juga:  Pasangan Bajo Sebut 90% Warga Solo Nyatakan Siap Dukung Mereka

“Kami (desainer interior dan desainer arsitektur) harus saling respect lah, karena dari desainer arstektur punya filosofi sendiri dan desainer interior juga punya filosofi, visi dan misi jadi kami harus kolaborasikan.” ungkap Savitri

Secara umum, desainer interior hanya mencakup merancang ruang saja namun mereka tidak bisa terpisahkan dari desain arsitektur secara keseluruhan. Diakui Savitri dan Verdiyan, seorang desainer interior juga bisa mengerjakan desain arsitektur secara luas namun untuk realisasinya harus tetap melibatkan tim-tim ahli lainnya, seperti kontraktor, ahli sipil, ahli keamanan bangunan dan ahli-ahli bangunan lainnya kecuali jika seorang desainer interior itu memiliki pengalaman yang mumpuni secara teknis dalam arsitektural.

“Justru paling banyak itu orang arsitektur juga mencakup desainer interior namun orang arsitek sendiri kadang melupakan hal interior, oleh karena itu alangkah baiknya jika seorang arsitektur melibatkan desainer interior.” tambah Verdiyan.

Tags: , ,