Di Masa New Normal, Seni dan Budaya Justru Bisa Jadi Kekuatan Daya Saing

Di Masa New Normal, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro kembali mengadakan sesi sharing secara virtual bersama budayawan Indonesia.

Beberapa nama di industri seni tanah air turut mendukung kegiatan ini seperti Master Tari Indonesia, Didi Nini Thowok, Musisi Folkpop asal Semarang, Soegi Bornean, Pendiri Master Lingkar, Ton, Penari, Siko Setyanto, dan Dosen Ilmu Komunikasi Astini Kumalasari yang mengusung tema “Kekuatan Seni Budaya Sebagai Daya Saing”.

Dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus Drs. Yuventinus Tyas Catur P,S.Si., M.K pembahasan langsung mengerucut pada masa peralihan new normal yang membutuhkan kesiapan untuk mampu meningkatkan daya saing khususnya Seni Budaya. Yuventinus Tyas selaku Kaprogdi Ilmu Komunikasi Udinus menyatakan bahwa dalam memahami budaya dan seni kita harus dengan setulus hati mengenal, belajar dan mengelola agar tidak kehilangan jatidiri Budaya Indonesia.

Baca Juga:  KPK Periksa 6 Saksi Kasus Suap Eks Bupati Lampung Tengah

Didi Nini Thowok juga turut menceritakan bagaimana perjalanan karier nya hingga saat ini dengan tanpa Lelah berbagi kepada siapapun yang mau tulus dan belajar. Beliau juga menyampaikan bahwa seni tidak hanya dinikmati oleh orang normal saja, namun seni juga dinikmati oleh teman-teman yang berkebutuhan khusus.”Seni tidak hanya bisa sekedar dinikmati orang normal saja. Tapi juga bisa dinikmati oleh teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus,” katanya di sela-sela obrolan.

Dari situ para seniman harus memahami dan memberi kesempatan untuk teman-teman lainnya agar dapat mengekspresikan dan menikmati seni yang ada. Panelis kedua, Siko Setyanto menyatakan bahwa dengan meningkatkan kualitas diri untuk selalu mencari referensi, tidak takut dengan kritik, hal ini akan selalu mendorong siapapun untuk belajar dari pengalaman.

Baca Juga:  Eks Dirut PNRI Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Begitu juga dengan Mas Ton yang senantiasa mengingatkan bahwa untuk jangan pernah menyalahkan anak-anak muda jika mereka tidak mengenali seni dan budaya, karena sikap tersebut muncul karena tidak pernah ada suguhan budaya yang menjadi konsumsi sehingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana cara untuk mengapresiasi seni budaya Indonesia.

Penutupan sangat manis di penghujung acara yang diisi penampilan lagu dari Soegi Bornean. Aditya Ilyas dan Fany minus Damar sebagai perwakilan Soegi Bornean menyatakan perencanaan dan eksekusi harus sangat diperhatikan dalam sebuah seni.

Tags: , , ,