Di Pilkada Solo 2020, Bagaimana Sikap PKS?

Di Pilkada Solo 2020, Bagaimana Sikap PKS?

Dalam Pilakda Solo 2020, DPD Partai Keadilan Sosial (PKS) Solo ternyata belum menentukan sikap.

Hingga saat ini mereka belum memutuskan apakah akan mendukung paslon nomor urut 1, paslon nomer urut 2 atau abstain alias tak memberikan dukungan kepada semua paslon.

Pada hari Selasa (6/10/2020), Abdul Ghofar Ismail selaku Ketua DPD PKS Solo menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sedang melakukan jajak pendapat atau survei untuk menentukan pilihan mana yang harus diambil.

Abdul menuturkan, “Saat ini kami sedang survei. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan survei itu. Tujuannya untuk mencari tahu sikap yang pas untuk diambil PKS. Bila tidak ada perubahan sikap PKS akan kami sampaikan November 2020”.

Baca Juga:  Teguh Prakosa Sempat Kampanye Di Rumah Keluarga Wanita yang Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Ia menyebut bahwa survei dilakukan bukan hanya terhadap kader dan simpatisan PKS, tetapi juga masyarakat umum di Kota Bengawan. Kemudian setelah survei selesai, DPD PKS Solo akan melaporkan hasilnya ke DPP untuk mendapat petunjuk.

Abdul menambahkan, “Ini Presiden PKS baru, kami akan laporkan hasil survei itu kepada DPP tentang Pilkada Solo. Bulan November kami rilis sikap PKS”.

Meski belum tentukan sikap pada Pilkada Solo 2020, DPD PKS Solo akan melakukan beberapa kegiatan. Di antaranya adalah pementasan ketoprak di Taman Balekambang, lomba curhat pilkada, vlog dengan tema kalau aku jadi wali kota, juga podcast Pilkada Solo.

Kegatan-kegiatan tersebut menurut Abdul akan berlangsung secara vitual karena kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Gelar Webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020, KPK Ingatkan Kasus Tahun Politik

“Sudah ada beberapa kegiatan yang akan kami lakukan untuk meramaikan Pilkada Solo, tentunya ala PKS Solo. Dua lomba akan kami gelar bulan ini. Sedangkan pentas ketoprak virtual kemungkinan kami lakukan bulan November,” tambahnya.

Pihaknya menyebut bahwa berbagai kegiatan yang akan dilakukan PKS akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kongkretnya dengan tidak adanya kerumunan massa, disiplin memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan.

Abdul menjelaskan, “Yang pentas ketoprak di Balekambang nanti konsepnya tidak ada penonton di lokasi karena disiarkan secara virtual. Lakonnya sedang digodok, tapi tentang pilkada. Begitu juga kegiatan-kegiatan lomba dilakukan online”.

Tags: , ,