Di Sukodono Sragen, 2 Acara Hajatan Dibubarkan Polisi, Apa Sebabnya?

Di Sukodono Sragen, 2 Acara Hajatan Dibubarkan Polisi, Apa Sebabnya?

Polres Sragen bertindak tegas terhadap warga yang menyelanggarakan hajatan dan disinyalir melanggar protokol kesehatan.

Pada hari Rabu (30/9/2020) kemarin, jajaran Polsek Sukodono melakukan operasi yustisi gabungan bersama Koramil Sukodono untuk menertibkan pelanggaran protokol Covid-19.

Operasi yustisi Covid-19 tersebut dipimpin langsung oleh Danramil Sukodono Kapten Inf Masta Hari Yudha dan Kapolsek Sukodono AKP Sutanto.

Alhasil dari operasi tersebut, pihak kepolisian terpaksa membubarkan dua penyelenggaraan hajatan di Desa Juwok, Kecamatan Sukodono.

Dua lokasi penyelenggaraan hajatan yang dibubarkan adalah rumah Suwarno, Dusun Karanggeneng RT 05, Desa Juwok dan rumah milik Yatmin Harti, Dusun Donomulyo RT 20, Desa Juwok. Kedua rumah tersebut menggelar acara hajatan tanpa izin dan mengumpulkan warga.

Baca Juga:  Di Dalam Rumah Risiko Tertular Corona 10 Kali Lebih Tinggi

Iptu Suwarso -Kasubag Humas Polres Sragen- mengatakan bahwa hasil dari operasi tersebut, petugas melihat sekitar 2 persen tamu undangan tidak memakai masker dan ada juga yang tidak mematuhi sosial distancing.

Suwarso menerangkan, “Dalam pelaksanaannya (operasi yustisi) sekaligus sosialisasi Perbup Sragen Nomor 54 Tahun 2020. Dalam dua hajatan itu tidak ada izin keramaian”.

Dengan terpaksa petugas pun membubarkan acara tersebut agar tidak berlarut-larut. Selama proses pembubaran, warga patuh dan berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Binarto selaku perangkat Desa Juwok mengatakan bahwa ada dua lokasi hajatan yang dibubarkan.

Ia menjelaskan bahwa warga setempat menerima dan mengakui kesalahannya dan warga yang menggelar hajatan juga mengaku tidak mengajukan izin.

Baca Juga:  Dalam Sehari Covid-19 di Klaten Tambah 22 Kasus

“Betul ada hajatan dibubarkan, tapi dalam acara tidak ada kegiatan hiburannya. Warga menerima dan mengakui salah,” ujar Binarto.

Binarto memperkirakan ada sekitar 100 orang yang berkumpul, baik tuan rumah yang menggelar hajatan maupun tamu undangan.

Menurutnya dari pihak pemilik hajat sudah berupaya memenuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan thermo gun, menata kursi dengan jaga jarak, tempat cuci tangan, dan mewajibkan masker.

Dengan kejadian itu otomatis membuat masyarakat jera dan tak melanggar izin keramaian.

Incoming search terms:

  • hajatan disukodono
Tags: , ,