Di Wonogiri Banyak Kasus Kekerasan Anak Terjadi Di Pedesaan

Di Wonogiri Banyak Kasus Kekerasan Anak Terjadi Di Pedesaan

Pada masa pandemi Covid-19, peningkatan kasus kekerasan terhadap anak di Wonogiri rata-rata terjadi di daerah perdesaan.

Wahyu Widi Pertiwi selaku Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri menjelaskan, bahwa selama pandemi Covid-19 ini hanya ada satu kasus di daerah perkotaan dan selebihnya di daerah perdesaan.

Menurutnya, hal tersebut lantaran rendahnya pengetahuan orang tua di daerah perdesaan terhadap teknologi informasi.

Terutama tentang cara mengoperasikan handphone dan menggunakan media sosial.

Akibatnya, para orang tua ini tidak mampu mengawasi penggunaan handphone anaknya yang kerap digunakan untuk bermedia sosial.

Wahyu menuturkan, “Dengan fakta itu, anak yang saat ini sudah cakap dalam bermedia sosial menjadi lebih leluasa karena tidak diawasi orang tua. Selama ini mungkin anak perdesaan dianggap lebih anteng atau penurut dibanding anak kota. Namun, di Wonogiri anggapan itu mungkin kurang tepat jika melihat tempat kejadian kasus saat ini”.

Baca Juga:  Warga Sragen Diduga Terjun Ke Sungai Bengawan Solo

Berbeda dengan di daerah perkotaan, sebagian besar orang tua sudah paham dalam mengoperasikan handphone dan menggunakan media sosial.

Sehingga hal tersebut membuat pengawasan orang tua terhadap anak cukup tinggi.

Wahyu juga menambahkan, di perdesaan suasananya cenderung sepi. Juga ditambah dengan jarak antar rumah juga jauh.

Wahyu menjelaskan, “Sebenarnya tidak hanya orang tua. Lingkungan juga harus bisa melakukan pengawasan dan kontrol kepada anak. Dengan begitu kasus kekerasan anak bisa turun”.

Sementara itu, Kurnia Listiyarini -Kepala Dinsos Wonogiri- menyampaikan bahwa pendampingan kasus anak dilakukan oleh pekerja sosial mulai dari kasus muncul hingga setelah muncul putusan pengadilan.

Di sisi lain, orang tua dan lingkungan akan mendapat edukasi.

Baca Juga:  Dari Sosok Mirip Vampir Hingga Buto Ijo, Ini Dia Mahkluk Astral Penunggu Benteng Vastenburg

Korban kekerasan akan mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta. Pada 2020, Dinsos juga sudah menyerahkan bantuan kepada 10 korban kekerasan anak.

“Bantuan itu untuk penguatan korban. Selain itu untuk membantu perekonomian keluarga juga,” tuturnya.

Dari data Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, sejak bulan Januari hingga September 2020, tercatat terdapat 26 kasus kekerasan terhadap anak.

Tags: , ,