Dianggap Ampuh Obati Pasien Covid-19, PMI Solo Komitmen Sediakan Plasma Penyintas

Sebagai upaya partispasi dalam proses penyembuhan pasien Covid-19 di Soloraya dan sekitarnya, Palang Merah Indonesia (PMI) Solo bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo, RS Universitas Negeri Surakarta “Sebelas Maret” (UNS), RSUP dr Suraji Tirtonegoro Klaten dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pengadaan plasma konvalesen.

Dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Rapat, Lt 3, PMI Solo, Selasa (20/10/2020), Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Surakarta, dr. Kunti Dewi Saraswati, Sp. PK, M.Kes, menjelaskan bahwa kerjasama ini sudah dilakukan sejak April saat kasus Covid-19 sedang marak-maraknya. Dalam hal ini, PMI Solo dilibatkan oleh Balitbangkes pusat karena ketersiadaan fasilitas untuk proses pengambilan plasma konvalesen tersebut.

Kunti juga menjelaskan bahwa proses pengambilan plasma ini seperti pada proses donor darah pada umumnya dan belum ditemukan resiko besar dari proses donor ini. Kualifikasi mereka yang bisa melakukan donor adalah penyintas atau pasien pria dengan usia antara 18-60 tahun yang sembuh atau negatif dari Covid-19 dengan hasil yang merujuk pada test Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian berat badan minimal harus 55 kilogram, dan selang waktunya sekitar 14 hari sejak penyintas dinyatakan sembuh (bebas dari gejala subjektif).

Kunti juga menambahkan bahwa terapi plasma ini hanya diperuntukan untuk pasien Covid-19 dengan kategori moderate atau tanpa resiko dan dari pasien Covid-19 yang menjalani terapi ini, mayoritas dinyatakan sembuh namun Kunti menegaskan bahwa terapi plasma ini bukan pengobatan utama karena masih dalam tahap uji klinis.

“Lebih banyak yang sembuh (pasien Covid-19), namun terapi ini bukan pengobatan utama, hanya terapi tambahan karena sedang dalam uji klinis.” ungkap Kunti saat jumpa pers.

Terapi ini digunakan jika pasien Covid-19 dengan kategori moderate tidak menunjukan kondisi membaik sehingga terapi plasma menjadi alternatif tambahan. Teknik pengambilan plasma yang dikenal sebagai Plasmapheresis ini diambil dalam jumlah sebanyak 500 ml, dari 500ml diambil 400ml yang masih dibagi dalam 2 kantong yang nantinya diberikan kepada pasien Covid-19. Sedangkan sisa 100 ml akan disimpan oleh pihak PMI Solo sebagai arsip. Plasma komvalesen bisa bertahan selama 1 tahun dan penggunaannya jika diperlukan saja.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan bahwa PMI Solo berkomitmen menyediakan stok plasma konvalesen. Untuk itu dirinya mengajak untuk setiap  penyintas Covid-19 untuk mau mendonorkan plasmanya untuk membantuk pasien lain yang masih dirawat.

“Kami (PMI Solo) tidak memiliki kewenangan untuk mengontak penyintas Covid-19 sehingga kami umumkan melalui teman-teman media dan media sosial supaya informasi terkait donor plasma ini bisa diterima oleh masyarakat, khususnya penyintas Covid-19.” terang Sumartono

Sumartono juga menambahkan bahwa PMI Solo sudah sering melakukan donor plasma konvalesen, total dari wilayah Solo Raya ada sembilan, tujuh dari RSUD Moewardi dan RS. UNS dan dua  dari RSUP dr. Suraji Tirtonegoro Klaten.

Terapi plasma ini sendiri sudah diterapkan di 29 rumah sakit di seluruh Indonesia. PMI Solo sendiri juga sudah membantu penyediaan plasma konvalesen untuk area di luar Soloraya, seperti Surabaya dan Semarang.

Tags: , , ,