Didakwa Jadi Perantara Suap, Andi Irfan Ajukan Eksepsi

Didakwa Jadi Perantara Suap, Andi Irfan Ajukan Eksepsi

Terdakwa Andi Irfan Jaya melalui pengacara/kuasa hukumnya secara resmi telah mengajukan nota keberatan (eksepsi) dalam persidangan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait fatwa Mahkamah Agung (MA). Andi Irfan meminta hakim membebaskan dirinya dari segala dakwaan.

“Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Andi Irfan Jaya tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard) atau batal demi hukum (Vernietig Baar) dan membebaskan terdakwa Andi Irfan Jaya dari Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” kata Andi Syafrani di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta/Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, tim pengacara/kuasa hukum (Andi Irfan Jaya) masing-masing adalah Andi Syafrani, Nasrullah Abdullah, Muh Nursal, Tahir Abdullah, Wiwin Winata, Pria Ramadhan Mahmud dan Agung Wahyudi Ashari.

“Andi Irfan dalam eksepsinya mengaku tidak mengetahui terkait masalah itu. Menurut pengacara, Andi Irfan mengaku tidak tahu menahu soal rencana Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang diduga akan melibatkan para pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

“Terdakwa (Andi Irfan Jaya) sekali lagi menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya nama-nama lain yang ada dalam rencana Pinangki tersebut” jelasnya.

Baca Juga:  AHY Temui Ganjar di Semarang, Ada Apa?

“Terdakwa (Andi Irfan Jaya) bahkan tidak pernah sekalipun menyebut dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) nama lain selain para terdakwa dalam kasus perkara ini,” terangnya.

“Sehingga jika terdapat nama-nama yang disebutkan dalam action plan seperti HA dan BR, maka terdakwa sama sekali tidak mengetahui adanya pencantuman nama-nama tersebut,” tambahnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung sebelumnya diberitakan telah mendakwa Andi Irfan telah memberi sejumlah uang sebesar 500 ribu Dolar Amerika (USD) kepada Pinangki. Menurut pengacara, tuduhan itu tidak berdasar, karena tidak ada bukti pasti terkait pemberian uang ini.

“Yang lebih tidak dapat kami terima adalah tuduhan bahwa terdakwa (Andi Irfan Jaya) telah memberikan uang 500 ribu USD kepada Pinangki Sirna Malasari, menurut kami tuduhan tersebut nyaris tanpa bukti,” tegasnya.

“Terdakwa Pinangki Sirna Malasari sendiri sebagai pihak menerima membantah telah menerima uang dari klien kami. Tak ada seorang saksi pun yang melihat peristiwa penyerahan uang tersebut dari terdakwa (Andi Irfan Jaya) kepada Pinangki Sirna Malasari. Terdakwa merasa tuduhan ini telah menginjak-injak prinsip hukum pembuktian pidana,” tuturnya.

Baca Juga:  KPK Geledah Rumah Dinas Menteri Edhy Prabowo

Andi Irfan Jaya sebelumnya didakwa menjadi perantara suap. Andi Irfan Jaya menyerahkan uang USD 500 ribu dari Djoko Tjandra ke Pinangki.

JPU Kejagung sebelumnya telah mendakwa Andi Irfan melakukan pemufakatan jahat. Pemufakatan jahat itu dilakukan bersama dengan Pinangki dan Djoko Tjandra dan kawan-kawan.

Terdakwa Andi Irfan Jaya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 56 ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Terdakwa Andi Irfan Jaya juga didakwa melanggar Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Tags: , ,