Diduga Covid-kan Pasien, RSUD Karanganyar Dilaporkan Ke Polisi

Diduga Covid-kan Pasien, RSUD Karanganyar Dilaporkan Ke Polisi

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar dilaporkan ke polisi karena diduga telah meng-covid-kan pasien bernama Suyadi (69). Pasien merupakan warga Dusun Ngelano, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

Kuasa hukum yang mendampingi putri pasien Melani Putri Rohmadoni, Asri Purwanti mengatakan bahwa Suyadi tidak terpapar Covid-19.

Asri menceritakan awal pula terkait pelaporan ini, hal tersebut bermula dari kejadian ayah dari saudara Putri pada tanggal 22 Oktober 2020 sekitar pukul 03.00 WIB yakni Suyadi Hadipranoto (69) mengalami sakit perut dan muntah darah. Oleh pihak keluarga Suyadi pun akhirnya dibawa ke RSUD Karanganyar.

“Pasien langsung mendapatkan perawatan oleh pihak rumah sakit di IGD”, kata Asri.

Setelah melakukan pemeriksaan ternyata ayahnya dinyatakan gejala Covid-19 dan harus diisolasi.

Namun, menurut pihak keluarga terjadi keanehan karena sang ayah justru dibawa ke bangsal biasa dan bukan ke bangsal isolasi.

Pada sore hari di hari yang sama pukul 15.30 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia. Kemudian penanganannya sesuai dengan dengan standar penanganan Covid-19.

Keanehan bertambah saat proses pemakaman, petugas RSUD yang membawa jenazah tidak ada yang menggunakan APD lengkap yang dibuktikan dengan video oleh pihak keluarga.

Baca Juga:  Mobil dengan Pelat Palsu Terekam Kamera Tilang Elektronik di Solo

Selanjutnya pihak keluarga menerima hasil tes dan tertulis tanggal pengambilan spesimen adalah tanggal 23 Oktober 2020.

Namun, pasien sudah meninggal pada tanggal 22 Oktober dan dibuktikan dengan surat kematian dari RSUD Karanganyar.

Asri menambahkan, “Pada tanggal 24 Oktober 2020 hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan negatif. Padahal pemakaman sudah dilaksanakan sesuai standar Covid-19”.

“Kami tak bisa menerima alasan itu. tanggal 23 Oktober pengambilan spesimen. Padahal tanggal 22 Oktober Suyadi sudah meninggal. Karena itu kami melaporkan dugaan sumpah palsu pelanggaran pasal 263 KUHP yang dilakukan RSUD”.

Mengetahui hal tersebut, pihak RSUD pun akhirnya turut angkat bicara.

Dalam konfrensi pers, pihak RSUD Karanganyar menerima dengan terbuka gugatan yang dilayangkan pada pihaknya. Direktur Utama RSUD Karanganyar dr Iwan Setiawan Aji mengatakan, gugatan yang dilayangkan pada pihaknya ini disebabkan adanya kekurangan dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat.

Iwan juga menjelaskan bahwa penanganan pasien tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa seorang pasien dengan suspek Covid yang ditegakkan dengan parameter yang namanya EWS (early warning system).

Baca Juga:  Pemkab Sukoharjo Rumuskan Regulasi yang Atur Kegiatan Bulan Puasa

Hal tersebut digunakan dan pada saat itu diketahui almarhum memiliki skor tinggi.

“Artinya pasien suspect Covid. Saat itu pasien baru datang dan belum dilakukan swab pasien sudah meninggal. Karena kita tidak bisa menunggu hasil swab paska kematian yang kita ambil maka protokolnya harus dilakukan melakukan pemulasaran jenazah sesuai standar covid-19,” ujarnya.

Sayangnya, kata Iwan, pasien sekitar pukul 15.15 meninggal. Karena termasuk suspect tinggi, maka prosedur pemulasaraan jenazahnya seperti Covid.

“Soal laporan pengambilan spesimen, dilakukan sore tanggal 22 Oktober 2020. Namun karena RS Moewardi sudah tutup maka pengiriman dilakukan tanggal 23 Oktober,” katanya lagi.

Meski begitu pihaknya tetap membuka mediasi dengan keluarga almarhum agar bisa diselesaikan di luar jalur hukum.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan, kepolisian akan melengkapi administrasi penyelidikan sebelum melakukan klarifikasi terhadap pihak korban.

“Sementara kita baru meminta keterangan pengacaranya”, kata Tegar.

Tags: , ,