Dinas Kesehatan Solo Pantau Bayi yang Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Dinas Kesehatan Solo Pantau Bayi yang Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Diberitakan sebelumnya, bayi bernama Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah milik pasangan Ayu Endang Pujiati (23) dan Syarifuddin Hidayatullah (31) lahir tanpa tempurung kepala.

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah sendiri terlahir pada 22 Februari 2021 silam.

Arkan, panggilan akrabnya lahir secara caesar dengan berat 3 kilogram dan tinggi badan 4,8 sentimeter di sebuah rumah sakit swasta di Solo.

Pada hari Selasa (9/3/2021) lalu, Ayu mengatakan, “Sejak kandungan empat bulan itu sudah ketahuan sama dokternya. Sebetulnya disarankan dikeluarkan saat itu, tetapi saya berpikir kalau sudah empat bulan itu sudah bernyawa. Saya tetap pertahankan sampai sekuatnya”.

Ayu bercerita bahwa kondisi tersebut disebabkan lantaran janinnya terpapar virus saat masih dalam kandungan. Menurut dokter, kata Ayu, sebetulnya janin itu bisa diselamatkan, jika kondisinya diketahui sejak usia kandungan dua bulan.

“Katanya karena toksoplasma. Sebetulnya kalau masih dua bulan bisa ditangani, tapi ketahuannya empat bulan. Awalnya saya USG di bidan, lalu usia empat bulan ke dokter baru ketahuan ada kelainan,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, memastikan bahwa bayi tetap akan mendapatkan perawatan yang layak.

Pada hari Minggu (14/3/2021) kemarin, Siti Wahyuningsih selaku Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengatakan, “Kami memastikan kondisi bayi yang lahir tanpa tempurung kepala dalam kondisi sehat, meskipun memakai alat bantu pernapasan”.

Ning sapaan Kapala DKK itu menjelaskan bahwa perawatan yang layak sangat penting karena kondisi bayi butuh perhatian lebih karena lahir dalam kondisi tidak sempurna.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap bayi tersebut.

“Pendampingan perawatan akan terus dilakukan agar bayi tersebut mendapatkan perawatan medis sesuai yang dibutuhkan”, tambahnya.

Ning menerangkan bahwa kondisi bayi tersebut saat ini sedang dirawat di rumah oleh kedua orangtuanya dan Pemkot Solo sudah beberapa kali menjenguk bayi tersebut guna memantau kesehatannya.

“Seharusnya bayi tersebut dirawat di rumah sakit. Kedua orang tua yang menginginkan bayi dirawat di rumah,” ujarnya.

Ning juga mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang menunjuk puskesmas setempat untuk memantau kondisi bayi selama 24 jam setiap harinya.

Tags: , ,