Dinas Perdagangan Solo Sebut 51 Lapak Pedagang Pasar Ditutup Karena Langgar Prokes

Dinas Perdagangan Solo Sebut 51 Lapak Pedagang Pasar Ditutup Karena Langgar Prokes

Selama penerapan gerakan Jateng 2 Hari di Rumah Saja, Dinas Perdagangan Kota Solo mencatat adanya 51 pedagang di pasar tradisional yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

Pihak dinas menjelaskan, bahwa sebanyak 51 pedagang tersebut tersebar di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Solo.

Di antaranya adalah Pasar Klewer 13 lapak, Pasar Gading 8 lapak, Pasar Rejosari 7 lapak, Pasar Singosaren 5 lapak, Pasar Gede, Pasar Jebres dan Pasar Kadipolo masing-masing 3 lapak, serta Pasar Harjodaksino, Pasar Jongke dan Pasar Nusukan masing-masing 2 lapak.

Pihak dinas juga memberikan sanksi tegas yakni berupa penutupan lapak selama sepekan.

Heru Sunardi selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo menjelaskan bahwa pelanggaran itu ditemukan oleh Tim Cipta Kondisi dan petugas pos penegakan protokol kesehatan yang dibentuk di semua pasar tradisional.

Baca Juga:  Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

Pada hari Senin (8/2/2021) kemarin, Heru mengatakan, “Pelanggaran berupa tidak memakai masker”.

Heru menyebut bahwa semua pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang didokumentasikan oleh petugas di lapangan.

“Lengkap dengan foto,” tegasnya.

Dokumentasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dinas Perdagangan dalam memberikan sanksi.

Heru menyampaikan, “Semua pedagang yang melanggar sudah kami panggil”.

Menurutnya, pengawasan terhadap para pedagang pasar masih akan dilanjutkan meski gerakan Jateng 2 Hari di Rumah Saja sudah berakhir.

Heru berharap semua pedagang mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah adanya penularan wabah di lingkungan pasar tradisional.

Diberitakan sebelumnya, dalam pelaksanaan gerakan Jateng 2 Hari di Rumah Saja, petugas juga membubarkan tiga hajatan yang digelar oleh masyarakat.

Baca Juga:  Negara Ambil Alih Taman Mini Indonesia Indah

Arif Darmawan selaku Kepala Satpol PP Kota Solo beralasan bahwa kegiatan hajatan tersebut mendatangkan tamu yang cukup banyak.

Sebenarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih memperkenankan masyarakat untuk menggelar acara hajatan.

Namun dalam pelaksanaanya harus dilaksanakan dengan syarat, yakni kegiatan digelar di gedung pertemuan dengan jumlah tamu maksimal 300 orang.

“Hajatan yang dibubarkan jumlah tamunya melebihi ketentuan”, jelas Arif.

Tags: , ,