Direksi dan Karyawan Kebun Binatang Jurug Terancam Dirumahkan

Direktur dan Karyawan Kebun Binatang Jurug Terancam Dirumahkan

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan untuk menutup sementara tempat wisata Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Kebijakan tersebut diambil karena jumlah kunjungan wisatawan selama pandemi sangat menurut drastis.

Terkait dengan hal itu, sebagian tenaga kerja di tempat wisata tersebut terancam dirumahkan, baik karyawan biasa hingga jajaran direksi.

Pada hari Selasa (2/2/2021) kemarin, FX Hadi Rudyatmo selaku Wali Kota Solo mengatakan, “Kemungkinan akan dirumahkan hingga situasi membaik”.

Rudy sapaan akrab Wali Kota Solo itu menyebut bahwa hanya petugas yang bertugas sebagai dokter hewan, pawang dan pengamanan saja yang masih tetap dipertahankan untuk bekerja.

Terkait dengan masalah gaji mereka, Rudi menjelaskan bahwa bisa diambilkan dari Belanja Tak Terduga (BTT) lantaran menjadi satu paket dengan belanja pemeliharaan kawasan konservasi.

Baca Juga:  Gibran Beri Sinyal Lanjutkan Proyek Masjid Sriwedari

Sementara untuk gaji pekerja lain dan jajaran direksi tidak bisa diambilkan dari sumber yang sama.

Rudi menyampaikan, “Satu-satunya jalan dirumahkan dulu”.

Untuk tambahan informasi, penutupan kawasan wisata TSTJ dimulai sejak 1 Februari kemarin.

Rudy mengaku masih terus membahas nasib karyawan dan direksi yang akan dirumahkan.

Sementara itu, Bimo Wahyu Widodo selaku Direktur TSTJ menyampaikan bahwa dirinya pasrah dengan kebijakan tersebut.

Menurut Bimo, jumlah kunjungan wisatawan selama pandemi memang sangat rendah.

“Sehari hanya 20-25 orang yang berkunjung”, katanya.

Diberitakan sebelumnya, untuk biaya operasional TSTJ, Pemkot Solo menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar.

Wali Kota Solo menyampaikan bahwa anggaran tersebut hanya cukup untuk membeli pakan hewan-hewan yang ada di TSTJ.

Baca Juga:  Giliran Ahok Temui Gibran di Solo, Ini yang Dibahas

Pada hari Senin (1/2/2021) kemarin, Rudi menuturkan, “Anggarannya juga cuma cukup untuk beli pakan selama setahun”.

Tags: , ,