Direktur dan 6 Pegawai RSUD Gemolong Sragen Positif Covid-19

Direktur dan 6 Pegawai RSUD Gemolong Sragen Positif Covid-19

Pada hari Minggu (15/11/2020) yang lalu, AT -Direktur RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen- dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Tidak hanya itu, pada hari yang sama juga tercatat terdapat enam orang pegawai di RSUD milik Pemkab Sragen tersebut yang juga dinyatakan positif Covid-19.

Pada hari Senin (16/11/2020) kemarin, Dedy Endriyatno selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen menjelaskan bahwa setelah banyak tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang terpapar Covid-19, sekarang giliran pegawai dan dokter.

(Plt) Bupati Sragen menjelaskan bahwa dokter berinisial AT itu juga menjabat sebagai Direktur di RSUD dr Soeratno Gemolong, Sragen.

Dedy mengatakan, “Siapa pun di rumah sakit itu memiliki risiko tinggi. Dulu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro sampai puluhan orang yang terpapar, sekarang giliran di RSUD Gemolong. Ada tujuh orang, termasuk direktur. Tidak mungkin RSUD ditutup, pelayanan tetap jalan. Nanti lebih pada tracing dengan melakukan swab test maassal di RSUD itu”.

Baca Juga:  Partai Bulan Bintang Dukung Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Pihaknya mengatakan bahwa cairan droplet saat bersin dengan ukuran mikro membahayakan karena memungkinkan terbawa udara.

Dedy juga sudah merapatkan upaya antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 di RSUD dr Soeratno Gemolong Sragen dengan memberi perlindungan ekstra terhadap nakes.

Ia menyampaikan, “Kalau di RSUD Soehadi ada swab massal maka di RSUD Soeratno juga sama. Bila perlu untuk testing pada akhir tahun nanti ada swab test massal bagi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Saya sendiri tidak yakin terbebas dari Covid-19 sehingga saya pakai masker dobel”.

Sementara itu, jika melihat pada data Covid-19 di Sragen per hari Senin sore kemarin tercatat terjadi lonjakan hingga 30 orang, yakni dari 1.057 orang menjadi 1.087 orang.

Baca Juga:  Setelah Vakum Lama Akibat Pandemi, Band Soloraya Ini Akhirnya Kembali Tampil

dr Sri Subekti selaku Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menjelaskan bahwa terdapat 224 orang yang dirawat, dan 818 orang sembuh, serta sebanyak 45 orang meninggal dunia.

Tags: , ,