Dishub Solo: Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Dishub Solo: Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Seperti yang diketahui, Pemerintah telah resmi melarangan mudik lebaran 2021.

Larangan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir menyampaikan bahwa keputusan melarang mudik Lebaran 2021 ditetapkan berdasarkan hasil rapat tingkat menteri.

Pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran setelah mempertimbangkan tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur Natal dan Tahun Baru.

Terkait hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta segera merespon pencabutan mobilitas untuk Lebaran 6-17 Mei mendatang.

Persiapan telah dilakukan untuk memisahkan wisatawan di beberapa pintu masuk Kota Bengawan. Sedangkan transportasi dalam kota seperti Batik Solo Trans (BST) dan feeder akan terus beroperasi untuk melayani masyarakat.

Mengutip radarsolo pada hari Jumat (9/4/2021), Hari Prihatno selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta menuturkan, “Pemkot siap melaksanakan aturan pusat secara tegas dan sesuai aturan. Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Surakarta soal rencana penyekatan di sejumlah pintu masuk kota. Fokus pengawasan untuk antisipasi pemudik yang naik kendaraan pribadi”.

Penyekatan di pintu masuk kota itu dilakukan, mengingat 6-17 Mei pergerakan moda transportasi publik sudah ditiadakan oleh pemerintah pusat.

Walaupun ada larangan mudik dengan peniadaan mobilitas melalui pengendalian transportasi dan lainnya, Dishub Surakarta memastikan bahwa layanan transportasi publik di dalam kota masih berjalan normal.

Angkutan publik yakni seperti BST dan feeder tetap beroperasi normal selama peniadaan mobilisasi diterapkan pada 6-17 Mei mendatang.

Hari menyampaikan, “Itu kan yang dibatasi mobilitas kendaraan umum antarwilayah. Kalau aksesbilitas kendaraan umum di dalam kota ya tetap jalan. Tetap memberi pelayanan seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat”.

Tags: , ,