Disparpora Karanganyar Tak Akan Ubah Kebijakan Operasional Wisata

Disparpora Karanganyar Tak Akan Ubah Kebijakan Operasional Wisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menegaskan bahwa Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahrga (Diaspora) Karanganyar tak akan menyesuaikan kebijakan penerapan aktivitas di sektor pariwisata. Meski ada lagi surat edaran (SE) dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pada hari Jumat (15/1/2021) kemarin, Titis Sri Jawoto selaku Kepala Disparpora Karanganyar menyampaikan bahwa hingga saat ini objek wisata dan usaha berkaitan lainnya masih tetap menerapkan aturan yang tercantum di surat edaran Disparpora Karanganyar.

Walaupun, ada SE baru dari Pemprov Jateng, ia menegaskan tidak akan menyesuaikan kembali aturan yang sudah diterapkan di tingkat kabupaten.

Titis menuturkan, “Sebenarnya kami sudah akomodir, karena sulit juga edaran dari Gubernur itu malah lebih ketat dibandingkan yang dibuat pemerintah pusat. Tapi sudah kami sesuaikan sejak edaran pertama keluar, salah satunya kapasitas objek wisata yang maksimal 30 persen dari kapasitas maksimal. Kemudian jam operasional juga sudah sesuai dengan warung atau restoran. Jadi saya rasa tidak perlu lagi menyesuaikan dan tetap berjalan menggunakan aturan yang sudah kami edarkan sebelumnya. Karena memang sudah selaras”.

Baca Juga:  Apa Agenda Perdana Gibran Usai Dilantik?

Hal ini berkaitan dengan Kabupaten/kota lain yang mengkritik kebijakan objek wisata di Karanganyar masih buka ketika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Titis juga menembahkan wisata di setiap kabupaten/ kota tidak bisa diberlakukan sama.

Menurut Titis, ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan objek wisata tetap buka.

Ia menjelaskan, “Kalau soal wisata, ya beda. Kami geografis wisatanya beda, dibandingkan kota lainnya. Kami hanya membuka objek wisata yang minim potensi persebaran, salah satunya alam terbuka. Tapi yang punya karakteristik seperti yang ditutup di wilayah lain juga kami tutup seperti Candi Cetho, Sukuh, Museum Dayu, dan Kolam Renang Intanpari. Jadi tidak bisa disamaratakan”.

Untuk informasi, dalam SE yang diterbitkan oleh Disparpora Karanganyar dengan No. 443.5/35.15/2021 tercantum pembatasan seperti membatasi jumlah kunjungan restoran atau kafe maksimal 25 persen dan daya tarik wisata maksimal 30 persen dari kapasitas maksimal.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Kota Solo Menurun

Pembatasan waktu operasional juga berlaku hingga pukul 19.00 WIB dan pelayanan pesan antar sesuai jam normal operasional.

Sementara itu, dalam SE Gubernur Jateng, dengan No. 443.3/0000870 tertulis di poin keempat operasional tempat hiburan, objek wisata, karaoke, warnet, game online, tempat olahraga, dan kegiatan usaha sejenisnya untuk ditutup sementara atau dibatasi jumlah pengunjung dan jam operasionalnya.

Incoming search terms:

  • wisata karanganyar saat PPKM
Tags: , ,