Ditlantas Polda Jateng Larang Anggotanya Kawal Moge hingga Mobil Mewah

Ditlantas Polda Jateng Larang Anggotanya Kawal Moge hingga Mobil Mewah

Kegiatan pengawalan oleh petugas pada komunitas-komunitas kerap menimbulkan kecemburuan dari berbagai pihak. Sebab kegiatan itu dianggap mengganggu aktivitas pengendara lainnya di jalan.

Padahal semua pengguna jalan memiliki hak yang sama. Tak ayal banyak yang mengecam aksi konvoi dengan aksi pengawalan.

Sehubungan dengan itu, Kombes Pol Rudy Syafirudin selaku Dirlantas Polda Jawa Tengah melarang anggotanya mengawal kendaraan pada umumnya. Baik itu dilakukan oleh motor gede, mobil mewah hingga pesepeda.

Melansir dari kompascom pada hari Selasa (16/3/2021) kemarin, Rudy menuturkan, “Untuk pengawalan khusus hal-hal yang dibutuhkan seperti VIP dan kegiatan kenegaraan. Serta hal-hal khusus agar selamat sampai tujuan, seperti mengantar orang yang meninggal”.

Sementara untuk pengawalan kendaraan mewah seperti mobil atau moge disebut tidak bersifat khusus.

“Sedangkan mobil mewah, moge tidak termasuk hal khusus, jadi tidak ada pengawalan,” jelasnya.

Rudy juga menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi atau hukuman jika ada anggota polisi yang kedapatan mengawal kendaraan bukan prioritas.

“Pasti kena hukuman disiplin, kan semua atas perintah atasannya apabila mengawal,” tegas Rudy.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan bahwa anggotanya dilarang mengawal kendaraan pada umumnya seperti mobil mewah, moge, dan pesepeda. Pengecualian bagi atlet yang memang untuk kegiatan olahraga atau event olahraga.

Pada hari Senin (15/3/2021) lalu, Sambodo mengatakan, “Ini kebijakan Dirlantas Polda Metro Jaya melarang anggota saya mengawal moge, mengawal mobil-mobil mewah, dan mengawal pesepeda”.

Tags: , ,