Ditutup 5 Hari, Pedagang Pasar Gemolong Merugi Hingga Rp 7,5 Miliar

Ditutup 5 Hari, Padagang Pasar Gemolong Merugi Hingga Rp 7,5 Miliar

Sejak Selasa (21/7/2020) hingga saat ini, Pasar Gemolong Sragen masih ditutup sementara akibat Covid-19. Alhasil, pedagang di Pasar Gemolong pun mengalami kerugian material.

Diprediksi kerugian pedagang di Pasar Gemolong jika tutup selama lima hari kedepan yakni sekitar Rp 7,5 miliar.

Harjono -Lurah Pasar Gemolong- menuturkan, “Penutupan pasar nanti kerugian bisa miliaran hlo, sehari saja perputaran uang sekitar Rp 1,5 miliar, itu di masa Pandemi kalau tidak bisa Rp 2 miliar sehari”.

Jumlah pedagang di Pasar Gemolong 1 terdapat 1.075 yang terbagi menjadi los dan kios. Sementara Pasar Gemolong 2 terdapat 218 pedagang yang terdiri dari 113 pedagang di kios dan 105 los.

Harjono menambahkan, “Itu belum termasuk yang tidak berizin, yang tidak berizin ada 50-an pedagang”.

Baca Juga:  Karena Masih Pandemi Covid-19, Tahun Ini Keraton Solo Tiadakan Grebeg Maulud Dan Sekatenan

Mengenai hal tersebut, para paguyuban pedagang telah membuat surat permohonan yang ditujukan ke Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati agar menutup pasar tiga hari saja.

“Para pedagang sudah ikhlas ditutup sementara, tapi paguyuban pedagang membuat surat permohonan ke bupati kalau sudah selesai dalam tiga hari untuk segera dibuka kembali,” imbuhnya.

Mengenai hal tersebut pada Senin (20/7/2020) Kusnidar Untung Yuni Sukowati -Bupati Sragen- turut angkat bicara. Ia menuturkan, “Kami melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan sosialisasi ke pedagang bahwa Pasar Gemolong besok akan kita tutup”.

Penutupan sendiri dikatakan Yuni membutuhkan waktu minimal selama 3 hari guna melakukan penyemprotan secara menyeluruh dan kontinu.

Baca Juga:  Pemkot Solo Kembali Larang Anak-Anak Berwisata, Masuk Mal & Pasar

Yuni menegaskan, “Hasil tracing satu blok sudah terkondisi, besok akan kita lakukan swab kepada 15 pedagang. Karena kemampuan kita per hari hanya 30 orang maksimal”.

Tags: , ,