DPRD Karanganyar Minta Pemkab Gratiskan Biaya PCR

DPRD Karanganyar Minta Pemkab Gratiskan Biaya PCR

Seperti yang diketahui, sebelumnya, Bupati Karanganyar yakni Juliyatmono menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tengah membuat rencana untuk memberikan subsidi biaya PCR bagi masyarakat.

Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu menuturkan, “Subsidi untuk PCR lebih efisien ketimbang membeli alat PCR. Nanti kalau Covid-19 sudah tidak ada, alat itu nganggur. Kita yang rugi karena terlanjur beli”.

Sementara itu, dari kalangan anggota DPRD Karanganyar justru meminta kepada pemerintah untuk menanggung semua biaya PCR bagi masyarakat.

Pada hari Sabtu (30/1/2021) lalu, Endang Muryani selaku Anggota DPRD Komisi IV mengatakan, “Kalau dibilang butuh, masyarakat butuh PCR. Ketika tracking dan harus PCR, masyarakat ada yang takut ada yang eman biaya. Kaitannya dengan PCR, kalau bisa ya gratis, jangan dibebankan dengan anggaran seperti itu (subsidi PCR)”.

Baca Juga:  Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

Endang juga mengharapkan bahwa biaya PCR bagi masyarakat digratiskan, daripada hanya diberi subsidi.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus membuat skala prioritas dengan mengutamakan pada kesehatan masyarakat.

“Pakai skala prioritas. Seperti vaksin itu, siapa yang didahulukan. Pakai data kemiskinan. Sudah itu. Sudah bisa dipakai. Warga miskin harus PCR tapi tidak punya biaya kan mesakke (kasihan). Kita punya data kemiskinan. Kan itu valid”, katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Karanganyar menjajaki kesediaan fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta dalam menyediakan ruang perawatan khusus bagi pasien Covid-19.

Rumah sakit tersebut nantinya bakal dijadikan sebagai RS rujukan untuk pasien Covid-19.

Yuli menyampaikan bahwa kebutuhan RS rujukan Covid-19 di daerah mendesak.

Baca Juga:  Dishub Solo: Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Seperti yang diketahui, RS yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19 sudah overload, baik di RSUD Karanganyar maupun RS Dr Moewardi Solo serta RS induk lainnya.

Pada hari Selasa (26/1/2021) kemarin, Yuli mengatakan, “RS swasta di Karanganyar yang siap menjadi rujukan, akan kita ajak kerjasama membentuk RS rujukan Covid-19”.

Tags: , ,