DPT Pilkada Sukoharjo Berkurang Hampir 2000, Kok Bisa?

Jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Sukoharjo 2020 berkurang sebanyak 1.949 orang dari daftar pemilih sementara (DPS). Terhitung saat ini ada sekitar 662.436 untuk DPS. Sedangkan DPT  terhitung ada  660.487 orang.

Hasil ini diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo dalam rapat pleno terbuka daftar pemilh sementara hasil perbaikan (DPSHP) dan penetapan DPT Pilkada Sukoharjo di Hotel Tosan, Solo baru, Jumat (16/10/2020).

Hadir juga dua pasangan yang calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) yang akan bertanding, partai politik (parpol), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda dan empat komisioner lainnya memimpin rapat pleno membahas pemilih Pilkada Sukoharjo 2020 tersebut. Proses rekapitulasi sementara hasil perbaikan secara berjenjang mulai dari panitia pemungutan suara (PPS) pada tingkat desa/kelurahan, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan KPU Sukoharjo.

Baca Juga:  UMK 2021 Serikat Buruh Karanganyar Minta Naik 3%

Dari jumlah DPT, meliputi pemilih laki-laki sebanyak 327.627 orang dan pemilih perempuan sebanyak 333.860.

“Ada pengurangan jumlah pemilih DPT dari DPS sekitar 1.900 orang. Kami telah melakukan pengecekan data pemilih pada setiap kecamatan setelah menerima saran dari tim kampanye pasangan calon dan Bawaslu Sukoharjo,” kata Nuril Huda, Jumat.

KPU Sukoharjo bersama Bawaslu Sukoharjo melakukan pengecekan data pemilih pada sistem informasi data pemilih (Sidalih). Banyak data ganda dan invalid sehingga langsung mereka coret. Karena itulah jumlah DPT berkurang daripada DPS.

Selanjutnya, KPU dan jajarannya akan memasang data pemilih Pilkada Sukoharjo 2020 itu pada setiap desa/kelurahan.

“Jika ada masyarakat yang belum tercatat dalam DPT bisa menggunakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) saat coblosan pada 9 Desember. Selain itu, ada pemeliharaan data kependudukan secara berkala,” ujarnya.

Baca Juga:  Nakes Puskesmas Manisrenggo Klaten Positif Covid-19

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, menyatakan data pemilih hasil rekapitulasi tingkat kabupaten berbeda dengan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Hal ini untuk menjamin hak pilih Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat memilih.

Anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) tetap mengawasi apabila ada masyarakat yang belum tercatat dalam DPT Pilkada Sukoharjo.

Tags: , ,