Dua pengunjung Wisata Air di Klaten Positif Covid-19, Disparbudpora Klaten Ditegur Pemprov

Dua pengunjung Wisata Air di Klaten Positif Covid-19, Disparbudpora Klaten Ditegur Pemprov

Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng memberikan teguran keras kepada Kepada Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten yang dinilai lalai dalam memantau destinasi wisata.

Hal tersebut lantaran ditemukannya dua pengunjung Umbul Ponggok dan Umbul Pelem yang positif Covid-19.

Sinoeng Rachmadi selaku Kepala Disporapar Jateng mengatakan bahwa Disparbudpora Klaten tidak memperhatikan Instruksi Gubernur Nomor 2/2020 tentang Protokol Kesehatan.

Pada hari Kamis (5/11/2020) kemarin Sinoeng menuturkan, “Kami merekomendasikan dua objek itu ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan”.

Ia menjelaskan bahwa dampak lalainya pemantauan terhadap protokol kesehatan (prokes) tersebut, mengakibatkan dua wisatawan terkonfirmasi Covid-19 saat tengah berwisata di Umbul Ponggok dan Umbul Pelem.

Baca Juga:  Optimis Menang di Pilkada Solo, Gibran Mulai Serahkan Bisnis Ke Kaesang

Akibat hal tersebut, maka Umbul Ponggok dan Umbul Pelem ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Disporapar Jateng juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng bersama Dinkes Klaten guna melakukan tracing terhadap kontak erat dari dua wisatawan yang positif Covid-19 tersebut.

Sinoeng menuturkan, “Kemudian kami akan lakukan tracing. Dua wisatawan yang terpapar Covid-19 tersebut berasal dari wilayah eks Karesidenan Surakarta”.

Ia juga menambahkan bahwa sejak semula sudah dikeluarkan peringatan, bahwa wisata air belum diperbolehkan buka di masa pandemi Covid-19.

“Kami berikan teguran kepada dinas pariwisata di Kabupaten Klaten. Merujuk Instruksi Gubernur Nomor 2/2020, bahwa wisata air sementara jangan dibuka dulu,” jelasnya.

Baca Juga:  Jika Tak Patuhi Prokes, FX Rudy Bakal Ancam Tutup Warung Makan Selama Sebulan

Ditutupnya dua objek wisata tersebut karena mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat.

“Jadi wisata air yang sulit dikontrol, bukan perdebatan soal kondisi air yang sudah diberi obat tertentu. Tetapi lebih kepada perilaku orang yang mengeluarkan droplet saat berada di air,” tuturnya.

Tags: , ,