Dua Platoform Streaming Musik Hapus Konten Rasisme dan Kebencian

Berawal dari penyelidikan oleh media Inggris BBC baru-baru ini, penyedia layanan musik Spotify dan Apple Music menghapus lagu-lagu berunsur rasisme, homofobia, dan anti-Semitik dari katalog mereka.

Menurut temuan BBC, setidaknya ada 20 konten yang mengandung unsur kebencian, seperti:

  • Lagu yang mengagungkan ras Arya atau kulit putih sebagai ras paling unggul seperti dalam paham Nazisme
  • Penggunaan bahasa dan stereotip anti-Semitik yang mengagungkan tragedi kemanusiaan Holocaust
  • Daftar putar berlabel National Socialist Black Metal (NSBM), genre yang berhubungan erat dengan ideologi Nazisme
  • Lebih dari 30 grup musik yang berkaitan dengan kelompok pembenci atau hate group

Kebanyakan judul lagu dan album telah diubah agar tidak terdeteksi, namun liriknya masih tetap sama. BBC menolak mengungkap nama-nama artis dibaliknya, karena ditakutkan malah justru mengundang lebih banyak orang mencari konten kebencian.

Baca Juga:  Ternyata Ampas Kopi Bisa Jadi Bahan Baterai

Eric Ward, seorang ahli bidang hak sipil, mengatakan, “Tugas platform streaming sekarang adalah bekerja lebih baik dalam memonitor dan menyelidiki musik seperti ini. Mereka hanya perlu berinvestasi lebih. Ini menyangkut soal kredibilitas sebuah perusahaan dan brand. Brand amatlah penting dan musik (yang mendukung) supremasi kulit putih akan merusaknya,”.

Ia juga menambahkan, layanan streaming musik justru bisa membuat lagu-lagu berbalut rasisme dan kebencian jadi lebih mudah diakses, lantaran algoritma yang mungkin saja menyarankan musik tersebut ke pengguna meski tidak sedang mencarinya secara spesifik.

Tidak hanya pada Spotify dan Apple Music, kasus yang sama juga ditemukan di YouTube dan Deezer.

Dengan temuan kasus kebencian terbanyak, Spotify menyatakan mereka “melarang adanya konten yang memicu kebencian atau kekerasan terhadap individu maupun kelompok tertentu berdasarkan identitas (agama, ras, warna kulit, gender, dsb.)”

Baca Juga:  Mata Uang Virtual Facebook Libra Dikabarkan Hadir di Awal 2021

Apple Music mengambil langkah tegas dengan menyembunyikan hampir seluruh lagu yang dilaporkan BBC. Tak ketinggalan, YouTube menyebut tidak ada tempat bagi kebencian dalam layanannya dan siap menghapus konten yang dinilai melanggar pedoman komunitas. Sementara Deezer yang menyuarakan hal serupa, masih dalam proses investigasi lebih dalam.

Penyedia layanan mengaku tak tahu menahu bagaimana musik berunsur rasisme dan kebencian masih bisa muncul di platformnya, meski ketentuan mengenai hal tersebut sudah berlaku cukup lama. Temuan ini pun menjadi penanda sudah semestinya perusahaan tak hanya mengandalkan laporan dari pengguna, tetapi juga menciptakan kombinasi tepat antara teknologi dan tim khusus agar konten meresahkan dan pengunggahnya bisa segera ditindak tegas.

Tags: , ,