Dugaan Pembobolan Rekening Maybank, Polresta Solo Periksa 2 Saksi

Dugaan Pembobolan Rekening Maybank, Polresta Solo Periksa 2 Saksi

Terkait dugaan pembobolan rekening Bank Maybank milik salah seorang nasabah bernama Candraning Setyo, aparat Satreskrim Polresta Solo masih terus menyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

Pihak kepolisian sudah memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan guna mengungkap kasus ini.

Pada hari Jumat (20/11/2020) ini, AKP Purbo Adjar Waskito selaku Kasatreskrim Polresta Solo mengkonfirmasi bahwa telah menerima aduan dugaan pembobolan rekening salah seorang nasabah Maybank pada Juli lalu.

Menurut Purbo, dua orang dari pihak nasabah dan bank telah dimintai keterangan. Tetapi, pihaknya masih mendalami keterangan tersebut.

Purbo mengatakan, “Dua orang sudah dimintai keterangan, dari pihak masing-masing”.

Di sisi lain, Candraning Setyo saat dijumpai wartawan belum lama ini memaparkan telah menabung di Maybank Solo, Jl. Urip Sumoharjo, beberapa tahun.

Ia menyebut bahwa memiliki uang di dalam rekening sekitar Rp 72 juta.

Tetapi, saat mau menggunakan uang tersebut untuk membayar sekolah, ia terkejut lantaran di dalam tabungan hanya ada saldo sebesar Rp 85.000.

Kemudian dia pun mengadukan peristiwa ke Polresta Solo dengan surat No. STBP/322/VI/2020/Reskrim, pada bulan Juli lalu.

Baca Juga:  Dapat Kucuran Dana Rp 28 Miliar di Bisnis Kulinernya, Gibran: Ini Hadiah untuk Kaesang

Candraning menuturkan, “Saya kaget sekali melihat saldo yang saya miliki. Kami sudah meminta penjelasan ke bank dan kami melaporkan ke polisi. Saya ingin uang saya kembali, tabungan itu untuk bayar sekolah anak”.

Gading Satria Naingolan selaku kuasa hukum korban menjelaskan bahwa telah melaporkan perkara yang menimpa kliennya tersebut ke Polresta Solo.

Menurut Gading, kasus itu bermula pada bulan Juni lalu. Saat itu handphone milik suami Candraning yang terkoneksi dengan internet banking bank terkait secara tiba-tiba tanpa sinyal komunikasi.

Candraning pun lantas mengurus ke salah satu kantor provider di wilayah Laweyan untuk mengurus sim card-nya.

Ia menerangkan bahwa saat sinyal komunikasi itu hilang, handpone tidak bisa digunakan seperti SMS, Whatsapp, atau telepon.

Kemudian, Candra diberikan sim card baru saat mengurus di kantor provider.

Tak selang lama, Candra hendak mencetak rekening koran. Tetapi, terjadi lima transaksi yang tidak pernah dilakukan Candra.

Diduga pembobolan berlangsung saat Candra kehilangan sinyal komunikasi yang dialami sebelumnya.

Sementara itu, Tomy Herysaputera -Juru bicara PT Bank Maybank Indonesia- mengklaim bahwa Maybank Indonesia menerapkan sistem keamanan digital perbankan tinggi.

Baca Juga:  Optimis Menang di Pilkada Solo, Gibran Mulai Serahkan Bisnis Ke Kaesang

Pihak Maybank Indonesia telah menginvestigasi hilangnya uang tabungan milik nasabah atas nama Candraning Setyo tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya pada hari Rabu (18/11/2020), mengatakan menyikapi pemberitaan pelaporan nasabah bank yang kehilangan uang senilai Rp72 juta, pihaknya menyebut transaksi yang dilakukan nasabah merupakan transaksi digital banking dan bukan transaksi di kantor cabang.

Tomy menambahkan bahwa Maybank Indonesia menerapkan standar keamanan sistem digital perbankan tinggi yang telah diatur oleh otoritas.

Hal tersebut guna memastikan integritas serta keamanan terhadap dana dan setiap transaksi nasabah.

Ia menjelaskan, “Terkait pengaduan nasabah yang kami terima sejak bulan Juni lalu atas kehilangan dana Rp 72 juta dalam rekening Bank, penelusuran kami menunjukkan telah terjadi perpindahan dana melalui mobile banking nasabah”.

Tommy juga menyebut investigasi Maybank menunjukkan bahwa transaksi perpindahan dana dari rekening nasabah kepada pihak ketiga itu dilakukan sesuai mekanisme.

Transaksi tersebut telah melalui fitur keamanan yang ditetapkan dalam transaksi melalui mobile banking.

Tags: , ,