Dukun ‘Penggandaan Uang’ di Bekasi Juga Dijerat UU Perlindungan Anak

Dukun 'Penggandaan Uang' di Bekasi Juga Dijerat UU Perlindungan Anak

Kasus video viral penggandaan uang yang menghebohkan jagat dunia maya memasuki babak baru. Kepolisian Resort Metro Bekasi yang mengamankan dukun pengganda uang bernama Hermawan yang mengaku ustadz, menjerat pelaku dengan Undang Undang Perlindungan Anak. Pasalnya, lantaran pelaku menikahi anak di bawah umur secara siri.

Hendra Gunawan selaku Kapolres Metro Bekasi menyampaikan bahwa aporan tersebut dibuat oleh mertua Hermawan.

Hendra menjelaskan bahwa pelaku menikahi istrinya yang berinisial NP saat masih berusia 15 tahun pada 2017.

Pada hari Selasa (23/3/2021) kemarin, Hendra menuturkan, “Kemarin juga dari pihak keluarga istri atau mertuanya (Hermawan) melaporkan terkait dengan menikah di bawah umur”.

Pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terkait kasus tersebut.

Baca Juga:  Semua Moda Transportasi Dilarang Beroperasi Pada Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021

Hendra menjelaskan, “Kami kenakan UU Perlindungan Anak Pasal 81 tentang Persetubuhan Anak di Bawah Umur. Ini kita sudah lakukan pemeriksaan dan akan kita lakukan pengembangan-pengembangan selanjutnya”.

Terkait video yang beredar di media sosial pelaku mengaku sengaja membuat konten video penggandaan uang agar viral.

Istri pelaku bertugas mengabadikan aksi penggandaan uang dengan telepon genggam, dan mengunggah ke berbagai grup jejaring sosial.

“Polisi masih meminta keterangan dua istri tersangka, di mana salah satunya dinikahi saat masih di bawah umur. Kepolisian juga masih melakukan pengembangan terkait kasus ini, dan menunggu laporan masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelaku. Pelaku terancam pasal 81 junto pasal 76-d UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak”, jelas Kapolres.

Tags: , ,