Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Mahasiswa Papua di Solo Lakukan Penebaran Bibit Lele

Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Mahasiswa Papua di Solo Lakukan Penebaran Bibit Lele

Pandemi virus corona (Covid-19) memang berdampak pada segala bidang. Tidak hanya berpengaruh langsung terhadap kesehatan saja, namun virus tersebut juga mempengaruhi sektor ekonomi.

Seperti yang diketahui, pengaruh virus Covid-19 terhadap ekonomi berdampak pada daya beli masyarakat yang melemah. Itu artinya ketahanan pangan dipastikan di bawah bayang-bayang ancaman.

Banyak upaya dilakukan berbagai pihak untuk mengantisipasi masalah ini. Masyarakat mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal, gerakan beli hasil tanaman pangan petani lokal juga digencarkan, dan masih banyak yang lainnya.

Seperti definisinya, pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa.

Baca Juga:  Soal Vaksin, Jokowi Ingin Dijelaskan dengan Detail, Jangan Sampai Dipelintir

Dengan adanya kondisi seperti itu, maka sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Papua, pada hari Jumat (24/5/2020) kemarin melakukan aksi sosial yang bertema tentang ketahanan pangan.

Kegiatan sosial dari kelompok mahasiswa ini diwujudkan dengan penebaran bibit ikan lele di daerah Plesungan, Solo.

Gerakan yang diketuai oleh Moses Ferdinan Khamer (Ketua Intim) dan wakilnya Frengki Hamikatu (Ketua IMPAS) ini bergerak dengan tujuan inisiatif untuk mengantisipasi menipisnya ketahanan pangan di tengah badai wabah Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir.

Meski jumlah produksi pangan saat ini tidak mengalami banyak perubahan dan masih dikatakan aman. Namun apa yang dilakukan oleh Kelompok Mahasiswa Papua ini dapat diacungi jempol.

Baca Juga:  Pekan ini Risiko Covid-19 Sukoharjo Naik Ke Zona Merah

Karena seperti yang ramai dibicarakan, permasalahan krisis pangan tetap dapat terjadi ke depannya. Hal ini bisa saja terjadi misal terdapat pembatasan-pembatasan yang mempengaruhi distribusi pangan. Jika pendistribusian pangan terganggu, maka stok pangan tidak merata di semua daerah.

Tags: , ,