Dukung Nakes Tangani Covid-19, Kegiatan Kampanye Pilkada Wonogiri Minim Dilakukan

Menjelang Pilkada 2020 serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, kegiatan kampanye yang dilakukan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Wonogiri minim dilakukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sebuah sumber, paslon nomor urut satu, Hartono –Joko Purnomo, tercatat menggelar 10 kali kampanye pertemuan terbatas selama bulan Oktober 2020 lalu. Tim Harjo melaporkan kegiatan itu sebagai rapat koordinasi atau rakor partai.

Sementara itu, paslon nomor urut dua, Joko Sutopo – Setyo Sukarno menggelar pertemuan terbatas sebanyak 14 kali.  Tim kemenangan dari paslon yang dikenal dengan Tim Joss situ menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan kampanye, melainkan rakor internal antara paslon dan pendukung.

Hingga pekan pertama pada bulan November ini belum ada pemberitahuan digelarnya kampanye lagi, baik itu secara tatap muka ataupun secara daring (dalam jaringan). Pada sisi lain, konten kampanye kampanye banyak diunggah lewat media sosial masing-masing paslon yang hanya 30 konten, 4 milik tim Harjo yang diunggah di 4 akun media sosial dan 26 milik tim Joss yang diunggah di 10 akun media sosial.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2020, Polda Jateng Fokus Pada 2 Kabupaten Soloraya

Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan setelah kampanye terakhir pertengahan Oktober lalu, masing-masing paslon belum mengajukan pemberitahuan kampanye lagi. Pengawas tak menemukan pelanggaran pilkada maupun protokol pencegahan penularan Covid-19. Pengawas juga tak menemukan unsur pelanggaran pilkada pada konten kampanye yang diunggah di akun medsos kedua paslon.

“Hingga November ini belum ada dugaan pelanggaran kampanye. Kami masih terus mengawasi hingga tahapan kampanye selesai, 5 Desember nanti,” jelas Ali

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Harjo, Suparmo, mengatakan pihaknya menggelar kampanye dengan pendekatan personal. Kampanye model itu dijalankan dengan cara bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan warga. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB itu menilai pendekatan tersebut efektif untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Baca Juga:  Dapat Dukungan Dari Putra Amien Rais, Apa Respon Gibran?

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Joss, Sriyono, menghindari kampanye tatap muka. Hal itu untuk menghargai upaya para tenaga kesehatan atau nakes dan Satugas Tugas atau Satgas dalam memutus rantai penularan Covid-19. Kalau pun ada pertemuan, hal tersebut bukan kampanye, melainkan rakor internal.

Tags: , ,