Ekspedisi Gunung Chimborazo Malimpa UMS

Ekspedisi Gunung Chimborazo Malimpa UMS

Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kini sedang mempersiapkan keberangkatan tim ekspedisi untuk mendaki gunung tertinggi di atas inti bumi yakni Gunung Chimborazo di Ekuador, Amerika Selatan.

MALIMPA membentuk tim MALIMPA UMS Indonesia Expedition (MUIE) guna mempersiapkan penjelajahan tersebut. Tim MUIE telah mempersiapkan penjelajahan ini sejak 2019 lalu yang semula direncakan akan mencapainya pada 2020. Namun karena terdapat pandemi global, program tersebut dijadwalkan ulang pada Oktober 2022 ini.

Yuda Adi Prasetyo, Ketua Umum MALIMPA UMS, menyampaikan bahwa kini tim disiapkan dengan berbagai latihan dan pembekalan keterampilan. Diantaranya pembekalan fisik yang intens setiap Senin-Sabtu dengan berbagai variasi latihan fisik yang dijalanakan selama 6 bulan terakhir.

“Tim juga dibekali keterampilan diantaranya teknik pendakian gunung es, pertolongan pertama penyakit ketinggian, videografi/fotografi, bahasa dan masih banyak lainnya,” katanya.

Promosikan Kebudayaan Indonesia

Tidak hanya mendaki gunung tertinggi dunia, tim MUIE juga akan mempromosikan potensi seni, budaya, pariwisata Nusantara serta melakukan studi etika dan kebiasaan berbusana masyarakat Ekuador.

“Latar belakang sebagai akademisi dan mahasiswa pecinta alam menjadi dasar rangkaian program ini dibentuk sebagai rangsangan pemuda Indonesia untuk terus mengembangkan potensi,” katanya lagi.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Ketua Panitia Pelaksana Nur Yatmi berharap program MUIE juga turut menyemarakan Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang akan dilaksanakan di Surakarta pada November mendatang. Serta menjadi kado persembahan hari jadi almamater UMS tercinta yang ke-64.

“Kami sangat sadar bahwa ekspedisi ini tidak mudah. Tantangannya sangat besar, tetapi kami yakin dengan disiplin berlatih, persiapan yang dapat dipertanggungjawabkan dan semangat Merah Putih yang ada pada dada kami,” ujarnya.

Namun, Nur yakin dengan disiplin berlatih, persiapan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan semangat Merah Putih, timnya bisa berhasil mencapai puncak Chimborazo.

“Kami minta doa ikhlas dari bangsa Indonesia. Semoga atas ridho-Nya, ekspedisi Indonesia ini akan berdiri di gunung tertinggi dunia Chimborazo pada Oktober 2022,”

Gunung Tertinggi di Dunia

Selama ini, masyarakat mengira gunung tertinggi di dunia ialah Gunung Everest di Pegunungan Himalaya. Tak banyak yang tahu bahwa Gunung Chimborazo di Pegunungan Andes ternyata yang tertinggi di dunia.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

Gunung Chimborazo sendiri berada satu derajat di sebelah Selatan Khatulistiwa, sementara Everest hampir 28 derajat Utara Khatulistiwa. Menurut Yuda, bumi bukan bola yang sempurna. Planet bumi lebih “tebal” di sekitar khatulistiwa. Hal ini yang menjadikan Chimborazo sebagai daratan tertinggi di dunia di atas inti bumi. Dari inti bumi, Chimborazo menjulang 6.384,416 kilometer atau hampir 2 kilometer lebih tinggi.

Sementara itu, Everest hanya selisih sedikit berada di 6.382,605 kilometer. Jika perhitungan dilakukan dari permukaan laut Everest-lah yang tertinggi dengan ketinggian 8.884 mdpl dan Chimborazo 6.268 mdpl. Itulah yang menjadikan Chimborazo gunung tertinggi dunia diatas inti bumi.

Yuda mengatakan Chimborazo menjadi daratan yang paling dekat dengan atmosfer, dengan itu menjadikan tantangan tersendiri ketika mendakinya. Ketika siang hari salju dan es akan mencair lebih cepat dari pada gunung-gunung tinggi di kawasan lain. Oleh karena itu, kemampuan fisik yang baik sangat berpengaruh dalam keberhasilan mencapai gunung tertinggi tersebut.

Tags: , ,