Elemen Masyarakat Sragen Dukung Kotak Kosong Karena Kecewa Dengan Parpol

Elemen Masyarakat Sragen Dukung Kotak Kosong Karena Kecewa Dengan Parpol

Dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang, lantaran kecewa dengan partai politik, elemen masyarakat di Kota Sragen mendeklarasikan dukungan terhadap kotak kosong.

Untuk informasi, dalam Pilkada Sragen tahun 2020 hanya diikuti oleh satu pasangan calon.

Pasangan tersebut adalah Kusdinar Yuni Untung Sukowati yang berpasangan dengan Suroto sebagai calon Wakil Bupati. Pasangan ini diusung oleh PDIP, Partai Golkar, PAN, Demokrat.

Rus Utaryono selaku penggagas gerakan pendukung kotak kosong, menyampaikan bahwa gerakan ini ada setelah melihat kondisi dan situasi politik di Sragen yang hanya mampu menghadirkan satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Pada hari Kamis (15/10/2020) kemarin, Rus menuturkan, “Kita hanya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terutama mengenai legalitas kotak kosong dalam Pilkada. Termasuk rasa geram terhadap partai politik di Sragen”.

Baca Juga:  Pemkot Solo Kembali Larang Anak-Anak Berwisata, Masuk Mal & Pasar

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak menargetkan kotak kosong menjadi pemenang Pilkada Sragen. Yang utama yakni edukasi kepada masyarakat Sragen, mengingat fenomena kotak kosong ini baru sekali terjadi.

Ia menjelaskan, “Jangan biarkan masyarakat tidak tahu menahu. Kami menampung aspirasi karena ini adalah sejarah baru, jangan sampai masyarakat tidak mengetahui substansi sebenarnya. Jangan sampai Pilkada ini hanya menguntungkan salah satu pihak”.

Seperti yang diketahui sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat mendeklarasikan dukungan terhadap kotak kosong.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh eks politikus, LSM, ormas kepemudaan hingga kalangan agamis.

Deklarasi dilanjutkan dengan pembentukan tim sukses yang ditujukan untuk aktif melakukan sosialisasi bahwa kotak kosong adalah pilihan yang legal dan sah.

Baca Juga:  Cawali Solo Gibran Blusukan Online Ke Kratonan

Jamaludin Hidayat -ketua panitia deklarasi sekaligus aktivis Forkosi- menjelaskan, bahwa deklarasi itu muncul sebagai jawaban atas banyaknya informasi salah yang beredar di masyarakat.

Ia mengatakan, “Alasan kita selama ini image di masyarakat bahwa mendukung kotak kosong itu melanggar undang-undang. Padahal pilihan kotak kosong tersebut sah dan legal dijamin oleh UU Pemilu yaitu pasal 54 ayat 2 UU No 10/ 2016. Itu yang harus kita luruskan”.

Tags: , ,