Epidemiolog UGM Sebut PPKM Tak Efektif

Epidemiolog UGM Sebut PPKM Tak Efektif

Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah serius untuk menangani.

Hal ini terkait dengan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang telah melewati satu juta kasus.

dr Riris Andono selaku pakar epidemiologi UGM menyampaikan bahwa jumlah ini menunjukkan bahwa penularan Covid-19 di Indonesia belum bisa dikendalikan.

Dan karenanya diperlukan kebijakan yang lebih serius untuk mengatasi pandemi.

Pada hari Kamis (28/1/2021) kemarin, Riris menuturkan, “Yang lebih penting adalah maknanya bagi pengendalian Covid-19, apakah jumlah ini bisa memicu kebijakan yang lebih serius untuk menekan penularan atau tidak”.

Seperti yang diketahui, hingga saat ini kurva pandemi di Indonesia belum mencapai puncaknya.

Meski kurva tersebut sempat melandai, namun mobilitas penduduk mulai dilonggarkan tingkat penularan pun terus meningkat, bahkan hingga kini kapasitas rumah sakit tidak lagi mampu menampung pasien.

Baca Juga:  Angka Kasus Positif Covid-19 Solo Bertambah 196 Kasus

Riris menjelaskan, “Ini tanda kita sedang dalam periode yang menanjak tinggi dan penularan sudah meluas di masyarakat”.

Ia juga menambahkan bahwa pengendalian pandemi memerlukan kebijakan yang tegas terutama dalam pembatasan mobilitas.

Ketika kondisi penularan sudah begitu masif, penerapan 3M tidak lagi cukup.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali selama dua minggu, yakni pada 11-25 Januari lalu juga dirasa tidak cukup efektif untuk menekan penularan karena pada kenyataannya tingkat mobilitas masyarakat tidak banyak berubah.

“Yang lebih penting bukan durasinya diperpendek sedikit, tapi lebih pada seberapa banyak orang per-satuan waktu yang ada di tempat tersebut”, katanya lagi.

Jumlah kasus yang justru meningkat selama penerapan PPKM, menurutnya menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak efektif.

Baca Juga:  Aplikasi VTube Hilang dari Playstore, Ini Kata Satgas Waspada Investasi

“Kebijakan yang setengah-setengah hasilnya justru akan kontraproduktif. Masyarakat jadi tidak percaya dengan PPKM karena mereka lebih susah tapi ternyata kasusnya justru meningkat”, ujarnya.

Riris menyebut keseriusan pemerintah harus ditunjukkan tidak hanya dalam merancang kebijakan tetapi juga dalam implementasinya.

Meski kebijakan seperti PSBB atau PPKM terus diperpanjang tapi tanpa keseriusan dalam implementasinya, maka tujuan pengendalian tidak dapat tercapai.

Pembatasan secara ketat mungkin akan menuai respon negatif dari masyarakat.

Tetapi langkah tersebut sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti membuat negara-negara tersebut mampu melewati gelombang pertama pandemi.

Tags: , ,