Esemka Bertahan Tanpa PHK di Tengah Pandemi

Esemka Bertahan Tanpa PHK di Tengah Pandemi

Seperti yang diketahui, situasi pandemi Covid-19 mempengaruhi semua sektor bisnis, tak terkecuali pada industri otomotif.

Hal tersebut juga dialami oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai prinsipal mobil merek Esemka.

Sabar Budi selaku Humas PT SMK menyampaikan bahwa kegiatan produksi mobil Esemka di pabriknya yang berdiri di Desa Demangan, Boyolali tersebut terdampak Covid-19.

Ia menambahkan bahwa aktivitas produksi berkurang drastis.

Pada hari Kamis (4/2/2021) kemarin, Sabar menuturkan, “Aktif per hari durasi 3 jam”.

Sabar menjelaskan bahwa dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, karyawan yang masuk kerja di pabrik dibatasi.

“Jujur ya kami masukkan karyawan untuk produksi itu hanya separuh. Terus besoknya lagi separuh lagi. Jadi separuh ini bergantian,” ujarnya.

Mereka kerja hanya tiga jam, antara pukul 9 pagi sampai 12 siang. Karenanya, aktivitas produksi mobil Esemka pun turun sebesar 60%.

Baca Juga:  Fahri Hamzah-Ahok Sudah Temui Gibran di Solo, Bagaimana dengan Fadli Zon?

Sabar menyampaikan, “Jelas ada efek (pandemi), kita turun hampir sekitar 60% lebih. Kan kita untuk keluarkan (penjualan unit) hanya habiskan stok saja”.

“(Aktivitas) produksi kalau bahasa kami kan termasuk maintanance alat juga. Saat ini konsentrasinya produksinya malah nggak ada sih, cuma ngabisin stok aja,” sambungnya.

“Kalau produksi sih mungkin ya hanya finishing production saja sih. Stok kita juga masih ada beberapa stok yang belum kita keluarkan”, katanya lagi.

Meski demikian, Esemka bertahan tanpa pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, saat ini Esemka mempekerjakan sekitar 200 orang dan masih bertahan tanpa PHK.

“(Pekerja di pabrik Esemka) sekitar 200 orang. Pekerjaan perawatan equipment, produksi dan fasilitas”, kata Sabar.

Baca Juga:  Gibran Pastikan Pemudik Yang Nekat Pulang Ke Solo Langsung Dikarantina

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Esemka juga mulai melirik mobil tanpa bahan bakar dengan memproduksi mobil bertenaga baterai.

Bahkan, Esemka mengaku sudah memiliki prototipe mobil listrik yang siap diuji.

Hal itu disampaikan oleh Sabar yang menyebut bahwa pihaknya sudah menciptakan beberapa prototipe mobil listrik selain mobil Esemka lain yang masih berbahan bakar fosil.

Pada hari Selasa (2/2/2021) kemarin, Sabar menuturkan, “Tinggal uji (mobil Esemka), selesai, mass product udah. Kalau kita masuk ke mobil listrik pasti mau. Karena ini juga pangsa yang menarik. Kapan Indonesia bisa jadi jagoan di mobil listrik”.

Tags: , ,