Figur PDIP Potensial Cagub DKI Jakarta Saat Ini Hanya Risma Dan Gibran

Figur PDIP Potensial Cagub DKI Jakarta Saat Ini Hanya Risma Dan Gibran

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu terakhir nama Gibran Rakabuming Raka dikait-kaitkan dengan agenda Pilkada DKI Jakarta 2023.

Salah satunya oleh mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono yang menyatakan bahwa tidak ada tokoh yang bisa menyaingi Anies Baswedan jika Pilkada DKI Jakarta digelar tahun depan.

Tetapi, langkah Anies untuk merengkuh kembali posisi DKI 1 bisa tidak mulus andai Gibran Rakabuming Raka, ikut kontestasi Pilkada DKI Jakarta

Menanggapi hal tersebut, Agus Riewanto -pengamat politik asal Solo- menilai bahwa ada dua kader PDIP yang saat ini berpotensi maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Dua figur tersebut adalah Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, dan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming Raka.

Hingga saat ini, mereka mampu memanfaatkan media untuk branding politik.

Pada hari Kamis (11/2/2021) kemarin, Agus mengatakan, “Di PDIP selain Risma dan Gibran sejauh ini belum kelihatan ya. Saya baru bisa melihat itu. Sejauh ini orang-orang yang bisa memanfaatkan media sebagai branding politik ya mereka”.

Baca Juga:  6 Tim Pengurai Kerumunan Akan Jaga Pelantikan Gibran

Namun, Agus juga mengingatkan bahwa perjalanan waktu menuju perhelatan pesta demokrasi Jakarta masih panjang, yakni 2023.

Dalam perjalanan itu bisa muncul figur baru yang potensial diusung parpol bersimbol kepala banteng dan bermoncong putih tersebut.

Menurutnya, terkait dengan kemunculan figur baru yang potensial tersebut biasanya ditandai dengan lahirnya sebuah momentum khusus.

Dengan momentum tersebut ketokohan figur baru yang lahir akan dirasa paling pas dengan kondisi saat itu.

Agus menjelaskan, “Biasanya di politik itu pemimpin lahir dari momentum atau peristiwa khusus. Dan biasanya kepemimpinan seseorang itu tidak bisa ditiru dengan kepemimpinan yang lain. Selalu punya keunikan sendiri”..

Ia juga mencontohkan mengenai momentum kemunculan sosok Jokowi sebagai Wali Kota Solo hingga naik menjadi Gubernur DKI Jakarta dan presiden dua periode. Kehebatan Jokowi pada masanya tak bisa ditiru orang lain.

“Apakah Jokowi bisa ditiru orang lain, belum tentu kan. Karena tidak sama momentum setiap orang itu. Sebab konteksnya tergantung integritas seseorang, pendapat publik, juga isu yang berkembang”, ungkap Agus.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 9 Pelaku Premanisme di Solo, 10 Orang Masuk DPO

Agus menyebut bahwa di dunia politik, tidak ada yang tidak mungkin. Sosok yang dulu lawan, bisa jadi sekarang atau esok menjadi kawan. Begitu juga sebaliknya. Artinya, cagub-cawagub DKI Jakarta dari PDIP bisa siapa saja.

Sementara itu, sebelumnya FX Hadi Rudyatmo selaku Ketua DPC PDIP pun akhirnya turut angkat bicara terkait kabar ini.

Rudy sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ia hanya bertugas mengurus partai di tingkat kota.

Tetapi, jika memang Gibran ditunjuk oleh DPP PDIP maju ke Pilgub DKI Jakarta, pihaknya mengaku tidak masalah.

Pada hari Kamis (11/2/2021) kemarin, Rudy menuturkan, “Saya itu sebagai kader yang ngurus PDIP di tingkat kota. Kalau tingkat provinsi itu sudah hak DPP. Saya sebagai pengurus ya senang-senang saja kalau ada yang menyampaikan itu”.

Tags: , ,