Flu Burung Tidak Ada Apa-Apanya Dibandingkan Dengan Virus Corona

Virus Flu Burung Tidak Sebanding Dengan Covid 19

Bayu Krisnamurthi, Guru Besar Madya Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor/ Ketua Harian Komnas FBPI 2005-2009, mengatakan bahwa Covid-19 dianggap jauh lebih berbahaya daripada flu burung yang pernah melanda pada tahun 2003.

“Flu burung awalnya dari unggas, terjadi 2003 eskalasinya pada 2005 dan tahun itu 2005 pertengahan dari hewan ke manusia. Flu burung nggak ada apa-apanya, seluruh dunia kurang dari 1.000 kasus. Case fatality dunia 60%, Indonesia 80%, kalau kena 80% meninggal,” ujarnya saat video conference di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sampai akhirnya flu burung ini selesai pada tahun 2010. Dia ingat bahwa hanya ada satu kasus yang tersisa dan dia tidak mati. Ada beberapa strategi penting saat itu untuk menangani flu burung.

Baca Juga:  Perantara Suap Eks Bupati Kepulauan Talaud Dieksekusi KPK ke Sukamiskin

“Menangani penyakit, dampak sosial ekonomi dan komunikasi publik sama besar. Pada waktu menangani penyakitnya melibatkan the best brain yang ada di dunia di Indonesia juga. Ini kan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Satu hal yang penting adalah bagaimana membuat komunikasi publik dapat diakses oleh semua orang agar tidak membuat mereka takut, tetapi siap menghadapinya.

“Kita susun strategi komunikasi dengan intensitas sama besarnya dibanding sisi penyakitnya. komunikasi publik luar biasa tempatnya dalam penanganan. Karena kita sadar, tanpa kesadaran dari masyarakat nggak mungkin pemerintah menangani ini sendiri,” ujarnya.

Muhammad Farhan, yang merupakan Duta Tanggap Flu Burung pada waktu itu, mengatakan bahwa flu burung yang terjadi pada saat itu telah dipahami dengan baik oleh publik dengan media yang ada. Pada saat itu, media yang mempengaruhi pola pikir orang lebih sederhana, karena tidak ada internet saat ini.

Baca Juga:  Harga Tanaman Janda Bolong Selangit, Peneliti LIPI Sebut Tidak Masuk Akal

“Tahun 2020 masyarakat lebih percaya apa kata grup sebelah dibanding media yang menayangkan apalagi pemerintah. Terjadi perubahan persepsi publik atas pilihan media yang digunakan,” pungkasnya.

Tags: , ,