FPI Resmi Dilarang Pemerintah, Ketua FPI Solo Angkat Suara

FPI Resmi Dilarang Pemerintah, Ketua FPI Solo Angkat Suara

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah secara resmi telah mengumumkan pembubaran dan larangan terhadap ormas Front Pembela Islam (FPI).

Dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, pada hari Rabu (30/12/2020) ini, Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan, “Berdasar peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan putusan MK Nomor 82 PUU112013 tertanggal 23 Desember tahun 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing, baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa”.

Mahfud membeberkan sejumlah alasan terkait pelarangan FPI.

Salah satu alasannya yakni FPI melakukan sweeping secara sepihak dan melakukan kegiatan yang melanggar.

Mahfud menjelaskan, “Bahwa FPI sejak tanggal 21 Juni tahun 2019, 20 Juni tahun 2019, secara de jure telah bubar sebagai ormas. Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan sweeping atau razia secara sepihak, provokasi, dan sebagainya”.

Baca Juga:  Nikmati Acara Solo Batik Music Festival 2022 di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo 1-2 Oktober 2022

Mengetahui hal tersebut, FPI Solo menegaskan akan tetap berjuang dengan nama lain dan menunggu instruksi pimpinan pusat.

Pada hari Rabu (30/12/2020) ini, M Syukur Wahyunudin selaku Ketua FPI Solo mengatakan, “Seperti pernyataan Babe Haikal, akan tetap berjuang amar makruf nahi mungkar, entah pakai nama FPI atau apa. Format seperti apa tetap menunggu dari pimpinan FPI”.

Pihaknya mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah.

Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, ia merasa FPI dan Habib Rizieq Syihab terus disudutkan.

Syukur menambahkan, “Tentu kita kecewa, melihat Hahib Rizieq dikriminalisasi, dicari kesalahan-kesalahannya, ini ketidakadilan. Bertubi-tubi menyudutkan Habib Rizieq dan FPI”.

Tags: , ,