Fredrich Yunadi Ajukan PK, KPK Akan Siap Hadapi

Fredrich Yunadi Ajukan PK, KPK Akan Siap Hadapi

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya siap menghadapi Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang telah diajukan terpidana Fredrich Yunadi ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Fredrich Yunadi sebelumnya diketahui merupakan terpidana dalam kasus perkara merintangi penyidikan yang dilakukan KPK terhadap Setya Novanto, dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP.

“Tanggapan adanya permohonan PK (Peninjauan Kembali) terpidana Fredrich Yunadi itu merupakan hak terpidana, jadi silakan diajukan. Tentu nanti Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan memberikan pendapat terkait dalil dan alasan yang diajukan Fredrich Yunadi,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Ali menjelaskan, majelis hakim Tipikor tingkat pertama sampai dengan Kasasi telah mempertimbangkan fakta-fakta dan alat bukti yang ada dalam menjatuhkan putusan.

“Kami (KPK) berharap MA dapat mempertimbangkan harapan publik agar adanya putusan majelis hakim yang memberikan efek jera terhadap para pelaku korupsi (koruptor),” jelasnya.

Fredrich Yunadi diberitakan telah mengajukan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (16/10/2020). Fredrich mengajukan PK setelah Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi. MA justru memperberat hukuman Fredrich menjadi 7,5 tahun penjara.

Sementara itu, menurut rencana agenda sidang PK Fredrich akan digelar pada Jumat, 28 Oktober 2020 mendatang. JPU KPK Takdir Subhan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan jadwal persidangan itu.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta saat itu telah menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Fredrich. Fredrich terbukti merintangi penyidikan KPK terhadap Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

MA kemudian menolak pernohonan kasasi dan justru menambah hukuman Fredrich selama 6 bulan penjara, sehingga yang bersangkutan mendapatkan hukuman penjara lebih lama yaitu 7,5 tahun penjara.

Tags: , ,