Gabung Timnas U19, Elkan Mengakui Masih Butuh Beradaptasi

Gabung Timnas U19, Elkan Mengakui Masih Butuh Beradaptasi

Pemain timnas U19 Indonesia, Elkan Baggott, mengakui belum fasih berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Elkan beserta 46 nama lainnya bakal menjalani latihan di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Shin Tae-yong sebagai persiapan mengikuti Piala AFC U19 2020 dan Piala Dunia U20 2021.

Elkan Baggott mendapat perhatian publik karena jadi satu-satunya pemain keturunan yang mendapat panggilan gabung timnas U19 Indonesia. Meski segera bergabung dengan skuad Garuda, Elkan Baggott mengaku masih butuh beradaptasi karena belum sepenuhnya menguasai bahasa Indonesia

Hal tersebut disampaikan oleh Elkan saat menjalani bincang-bincang di salah satu akun Youtube

Akan tetapi, Elkan tidak sepenuhnya buta dengan bahasa Indonesia. Sebab, dia bisa memahami apa yang orang lain sampaikan. Hanya tetapi, Elkan Baggott tidak bisa membalas ucapan orang lain menggunakan bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Tersangka Kasus Suap Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK

“Beberapa kata saja (yang saya tahu). Enggak begitu (bisa berbahasa Indonesia),” ujar Elkan Baggott dikutip Bolasport dari salah satu akun YouTube.

“Tetapi kalau orang bilang sesuatu kepada saya, saya mungkin bisa mengerti beberapa kata,” lanjutnya.

Pengetahuan Elkan tentang beberapa kata dalam bahasa Indonesia hadir saat ia masih tinggal di Tanah Air. Elkan memang sempat tinggal di Indonesia selama tiga tahun. Saat itu, Elkan dan keluarganya mengikuti pekerjaan sang ayah yang mengharuskan mereka berpindah-pindah.

“Iya, saya tinggal di Indonesia selama tiga tahun, (tetapi) saya lahirnya di Bangkok, Thailand,” ujar Elkan Baggott.

“Tetapi pekerjaan ayahku terus berubah, setelah itu kami pindah ke Indonesia. Dan ibuku juga orang Indonesia. Kami senang di Indonesia,” lanjutnya.

Di sisi lain, karier sepak bola Elkan Baggot juga bermula di Indonesia. Jauh sebelum dirinya menandatangi kontrak dengan Ipswich Town, Elkan mengenal sepak bola sejak berlatih di SSI Arsenal di Jakarta

Baca Juga:  Kasus Jembatan Waterfront City, KPK Kembali Periksa 2 Pegawai PT Wijaya Karya

“Klub pertama saya ketika saya bermain di Indonesia. Namanya Arsenal Training Center (SSI Arsenal) di Jakarta. Setelah itu saya pindah ke British School Jakarta (BSJ), itu tim pertama saya. Setelah itu saya pindah ke Inggris dan bermain untuk Sunday League (liga amatir). Dari situ saya mulai karier saya dan pindah ke Witham Town yang bermain di kasta lebih tinggi” ujarnya .

“Setelah itu saya direkrut oleh Ipswich Town untuk tim junior. Itu level tertinggi yang ada di Inggris untuk kelompok usia itu,” tutup Elkan.

Tags: , ,