Ganjar: ASN Jangan Sampai Terlibat Organisasi Terlarang

Ganjar: ASN Jangan Sampai Terlibat Organisasi Terlarang

Pada hari Kamis (11/2/2021) kemarin, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah (Jateng) melantik sebanyak 840 pejabat fungsional Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

Dalam acara tersebut, Ganjar mengingatkan kepada mereka yang dilantik dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya telah menandatangani pakta integritas untuk menjaga kesetiaannya pada ideologi Pancasila dan larangan bergabung organisasi terlarang.

Larangan ASN berafiliasi dengan organisasi-organisasi terlarang juga sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Surat Edaran (SE) Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga melarang seluruh ASN berhubungan maupun mendukung seluruh organisasi terlarang di Indonesia.

Dalam SE nomor 2/SE/I/2021 yang diterbitkan pada hari Senin (25/1/2021), beberapa organisasi terlarang itu diantaranya Partai Komunis Indonesia (PKI), Jamaah Islamiyah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Front Pembela Islam (FPI).

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Ganjar mengatakan, “Bapak ibu sudah menandatangani pakta integritas. Di antaranya setia dan taat pada NKRI, Pancasila dan UUD 1945, dan tidak boleh bergabung/terafiliasi dengan organisasi-organisasi terlarang. Kalau masih ada, silakan angkat tangan sejak sekarang”.

Orang nomor satu di Jateng itu menambahkan, “Organisasi yang terlarang kan sekarang sudah jelas, apakah itu Partai Komunis Indonesia (PKI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau Front Pembela Islam (FPI). Kalau hari ini masih ada orang yang coba-coba itu (berafiliasi), maka dia sudah melanggar pakta integritas, melanggar komitmen. Sehingga kalau saya mau nyopot, sekarang bisa saya copot dengan gampang”.

Selain terkait afiliasi dengan organisasi terlarang, Ganjar juga mengingatkan bahwa seluruh ASN Pemprov Jateng perihal integritas dengan tidak melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Baca Juga:  Pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Hampir Selesai, Kapan Peresmiannya?

Ia juga menambahkan bahwa khusus korupsi dan gratifikasi, program penanggulangannya sudah berlangsung cukup lama dan berjalan baik.

“Maka kalau ada yang nekat hari ini, hanya satu saja jawabannya. Mesti tak copot. Ini saya ingatkan terus menerus agar semuanya bisa bekerja dengan baik dan menjaga integritas,” terangnya.

Tags: , ,