Ganjar Larang Penerbangan Balon Udara dan Takbir Keliling

Ganjar Larang Penerbangan Balon Udara dan Takbir Keliling

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah melarang keras penerbangan balon udara dan takbir keliling dalam rangka Idul Fitri 2021.

Pada hari Kamis (22/4/2021), Ganjar mengatakan, “Sudah diomongkan dua bulan lalu, bicara soal itu. Kalau liar enggak boleh, membahayakan penerbangan itu, titik, tidak ada koma”.

Pihaknya menegaskan jika memang ada tradisi menerbangkan balon udara dan ingin dilaksanakan, maka bisa ada festival balon.

Yaitu balon udara diikat sehingga tidak terbang tanpa arah dan tinggi.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menambahkan, “Kalau mau dilaksanakan buat festival balon, diikat. Itu pernah terjadi di Pekalongan. Diikat malah bisa dilihat lama. Orang bisa menilai, enggak usah tinggi-tinggi, itu malah bagus”.

Tak hanya soal balon udara, Ganjar juga mengingatkan tidak perlu ada takbir keliling.

“Enggak (tidak boleh ada takbir keliling)”, tegasnya.

Terkait larangan menerbangakan balon udara, Pemkab Wonosobo sebelumnya juga menggencarkan sosialisasi mengenai hal itu.

Selain melalui struktur pemerintahan, sosialisasi juga dilakukan melalui khotbah Jumat.

Afif Nurhidayat selaku Bupati Wonosobo menyadari masih ditemukan warga yang menerbangkan balon udara saat perayaan Idul Fitri.

Padahal, setiap tahun terus dilakukan upaya sosialisasi kepada warga terkait bahaya menerbangkan balon udara.

Pada hari Rabu (21/4/2021), Afif mengatakan, “Sering kami sampaikan setiap tahun edukasi, sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya menerbangkan balon udara. Namun memang masih ditemukan satu atau dua yang masih menerbangkan balon udara. Ini yang menjadi konsen kami, bersama Polres Wonosobo dan AirNav”.

Pihaknya juga berencana akan melakukan sosialisasi melalui mimbar khotbah Jumat.

Nantinya, sosialisasi ini dilakukan di masjid-masjid yang selama ini banyak melakukan tradisi menerbangkan balon udara.

Namun demikian, bagi yang ditemukan menerbangkan balon udara tetap akan diberi sanksi. Berdasarkan ketentuan pasal 53 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 2009, pelaku penerbangan balon udara akan diancam dengan pidana paling lama 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

“Sanksi kan melekat. Tetapi sebagai orang tua, kami mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi. Tahun ini kami menargetkan tidak ada satupun yang menerbangkan balon udara”, ungkap Bupati Wonosobo.

Tags: , ,