Ganjar Pranowo Akan Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan?

Ganjar Pranowo akan Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan?

Dalam intruksi penanganan Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini mengundang gubernur se-Indonesia. Jokowi meminta agar ada sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

Bahkan presiden juga bakal mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) kepada gubernur agar ada aturan sanksi yang berlaku.

Pada siaran video Sekretariat Presiden hari Senin (27/2/2020) kemarin, Jokowi menyampaikan, “Harus ada sanksi, kalau tidak, tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk memakai masker, jaga jarak dan sebagainya”.

Mengetahui hal tersebut, Ganjar Pranowo -Gubernur Jawa Tengah- mengumpulkan sejumlah pakar ilmu sosial untuk membahas lebih lanjut mengenai topik ini. Diantaranya, Prof Mudjahirin Thohir (Undip), Prof Saratri Wilonoyudho (Unnes), Agustina Sulastri (Unika Soegijapranata), dan Annastacia Ediati (Undip).

Baca Juga:  Soal Vaksin, Jokowi Ingin Dijelaskan dengan Detail, Jangan Sampai Dipelintir

Ganjar menginginkan aturan ataupun kebijakan guna ada perubahan perilaku sosial masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan.

Seperti yang diketahui, di tengah kejenuhan masyarakat terhadap virus Covid-19, banyak yang mulai tidak peduli pada protokol kesehatan.

Dalam keterangan tertulis, Ganjar menyampaikan, “Sekarang banyak masyarakat yang sudah tidak peduli, sehingga butuh terobosan-terobosan baru. Kami mengundang para pakar untuk mencari strategi yang tepat dalam memasifkan sosialisasi. Sosialisasi ini penting, karena kami ingin menekan terus penyebaran Covid-19 di masyarakat”.

Ganjar mendengarkan sejumlah saran dan masukan tentang bagaimana cara agar sosialisasi kepada masyarakat bisa efektif. Termasuk sebagaimana masukan para pakar untuk tidak mengenakan sanksi denda kepada masyarakat yang abai pada protokol kesehatan.

Baca Juga:  Tersangka Kasus Suap Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK

Ganjar mengatakan, “Mereka menyampaikan, lebih baik mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan penguatan pada cerita sukses, daripada sanksi. Dan saya sepakat dengan masukan itu”.

Ganjar mengakui bahwa masukan dari para pakar itu sangat membantu pemerintah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan protokol kesehatan.

Disisi lain, Annastacia Ediati (Undip) mengatakan bahwa banyak orang tidak patuh pada protokol kesehatan tergantung keyakinan subyektifnya.

Ia menjelaskan, “Ini memang problem, kalau orang tidak takut ya tidak akan patuh pada protokol kesehatan”.

“Tapi jangan sekali-kali memberikan hukuman sebagai punishment, karena itu membuat rakyat takut dan marah,” imbuhnya.

Tags: , ,