Ganjar Pranowo Belum Mau Terapkan PSBB Seperti Anies Baswedan

Ganjar Pranowo Belum Mau Terapkan PSBB Seperti Anies Baswedan

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum akan diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah.

Pada hari Kamis (10/9/2020) kemarin, Ganjar mengatakan, “Belum, kami belum berencana mengambil itu (PSBB)”.

Ia menilai bahwa belum perlu menerapkan kebijakan tersebut untuk penanganan Covid-19 di Provonsi Jawa Tengah.

Ganjar menuturkan, “Kami belum akan mengambil langkah ekstrem, tapi kalau ini meningkat terus karena ketidakdisiplinan, maka bisa saja kami mengambil tindakan yang lebih dari itu”.

Seperti yang diketahui, kasus Covid-19 di level nasional Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga setelah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Timur. Hingga tanggal 10 September lalu, ada 16.508 kasus dengan 10623 sembuh dan 1.124 meninggal.

Ganjar menyebut, untuk melandaikan kurva, pihaknya akan mendorong edukasi, sosialisasi dan penegakan hukum agar masyarakat tertib menaati protokol kesehatan Covid-19.

Orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut mengatakan, “Kami butuh dukungan dari masyarakat untuk itu. Makanya penegakan hukum mulai kami lakukan serentak sejak 25 Agustus sampai akhir September nanti, dan tentu bisa diperpanjang masanya kalau diperlukan”.

Menurutnya, penegakan hukum secara masif menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk mendorong sosialisasi di zona-zona merah di Provinsi Jawa Tengah.

“Daerah Jateng yang sekarang zona merah Kota Semarang, yang lain masih bisa kami kendalikan, tapi tidak boleh abai karena semua harus disiplin. Maka penegakan hukum yang kami minta dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami,” tambahnya.

“Beberapa kabupaten/kota di Jateng baru mulai aktif, yang sebelumnya ada juga diam saja. Kalau diam saja, ya pasti hijau, lha wong ndak dites. Makanya sekarang kabupaten/kota ditarget untuk menggelar tes massal. Saya minta dipenuhi target itu, jangan takut jumlahnya naik, jangan takut citranya jelek karena itu,” imbuhnya.

Ia juga akan terus menggenjot tes secara masif di seluruh kabupaten/kota agar jumlah kasus positif semakin terdata sehingga penanganannya bisa lebih dipercepat.

Tags: , ,