Gara-Gara Corona, APBD DKI Jakarta Jadi Ambles

Gara-Gara Corona, APBD DKI Jakarta Jadi Ambles

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia menyebabkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 40 triliun pada akhir tahun. Hal ini disebabkan berhentinya sebagian besar kegiatan komersial selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) dan hanya dapat bekerja 50% dalam periode transisi.

“PAD kami terkoreksi 53%, APBD 2020 kami proyeksikan tadinya Rp 87 triliun, setelah adanya Covid-19 menjadi Rp 47 triliun yang kami perkirakan sampai Desember 2020. Jadi lebih dari Rp 40 triliun kekurangannya,” kata Riza, Senin (20/07/2020).

PAD yang berkurang memaksa pemerintah provinsi untuk memotong garis anggarannya. Riza mengatakan bahwa tempat yang dipotong adalah belanja pembangunan, karena anggaran terbatas, maka diprioritaskan untuk anggaran karyawan dan belanja rutin.

Baca Juga:  Video Klip Baru Via Vallen Dianggap Plagiat, Netizen Serukan “Take Down, Please!”

“Jadi belanja pembangunan yang di 0-kan untuk tahun ini karena anggaran terbatas. Diprioritaskan untuk anggaran pegawai, itu pun sudah dikurangi 50% TKD-nya karena difokuskan untuk penanganan Covid-19. Tetapi belanja rutin masih, hanya belanja modal yang dihentikan dulu,” katanya.

Untuk penanganan Covid-19 Pemprov menganggarkan Rp 5,32 triliun yang terbagi dalam tiga fokus, yakni kesehatan, jaringan pengaman sosial, dan stimulus pemulihan ekonomi. Riza mengatakan saat ini sudah hampir 50% sudah disalurkan kepada tiga aspek tersebut.

“Kami sepakat memperpanjang bantuan sembako dari semula Juli 2020 menjadi Desember 2020. Jadi mungkin ada potensi penambahan anggaran,” katanya.

Meskipun ada pengurangan PAD, pemerintah provinsi belum membuka bioskop di masa transisi ini. Menurut Riza, ini disebabkan oleh peningkatan kasus positif di Jakarta dan juga oleh potensi penyebaran melalui aerosol melalui udara. Sementara bioskop mengharuskan orang untuk tinggal di dalam ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara, sehingga berpotensi menjadi platform baru untuk penyebaran.

Baca Juga:  LPPM UNS Solo Lockdown 10 Hari Imbas 2 Pejabat Meninggal Positif Covid-19

“Makanya belum bisa dibuka karena bioskop dikhawatirkan akan ada penyebaran Covid-19 yang meningkat,” kata Riza

Tags: , ,