Gelapkan Dana 203 Pedagang Pasar Kembang, Tersangka Mengaku Dana Telah Disetorkan ke Koperasi

Gelapkan Dana 203 Pedagang Pasar Kembang, Tersangka Mengaku Dana Telah Disetorkan ke Koperasi

Diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang di Pasar Kembang Solo tertipu oleh investasi bodong yang total kerugiannya mencapai angka Rp 500 juta.

Pelaku penipuan sendiri sudah berhasil ditangkap pada hari Senin (9/11/2020) oleh Unit Rekrim Polsek Laweyan.

Pelaku adalah seorang pria bernama WY, 46, merupakan warga Nungso, Manang, Sukoharjo.

Yang bersangkutan berprofesi sebagai pedagang gorengan di Pasar Kembang dan menggunakan modus investasi dengan keuntungan 0,8 persen setiap bulan dari nilai investasi.

Menurut informasi dari berbagai sumber, tersangka menghimpun dana dari pedagang Pasar Kembang melalui salah satu koperasi yang berada di wilayah Baki, Sukoharjo.

Tak tanggung-tanggung, total dana yang dihimpun mencapai setengah miliar rupiah atau Rp 512 juta sejak Juni 2019 silam.

Pada hari Rabu (11/12/2020) lalu di Mapolsek Laweyan, WY mengatakan, “Namun koperasinya bangkrut karena pandemi Covid-19 ini. Saya tidak bisa mencairkan uangnya kemudian ke polisi oleh pedagang”.

Baca Juga:  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Asal Sukoharjo

Ia menjelaskan bahwa setelah menarik uang tabungan, dia menyetorkan ke Koperasi Citra Tama di Jalan WR Supratman, Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Kemudian pedagang mendapatkan sertifikat simpanan berjangka atau deposit sebagai bukti.

Dalam aksinya tersebut, pelaku mengaku hanya memiliki salah seorang rekan perempuan berinisial AF untuk meminta iuran pedagang.

Menurutnya, AF tidak diberi gaji khusus tetapi hanya diberi sukarela usai menagih uang pedagang.

WY juga menyebut uang yang dihimpun diteruskan ke koperasi tersebut.

“Yang punya koperasi itu berinisal IM bukan saya. Jadi saya mendirikan tabungan Ramadan, uang akan dicairkan saat Ramadan. Tetapi saya meneruskan ke koperasi itu setelah uang terkumpul setiap hari. Para pedagang menyetor uang Rp 2000, Rp 10.000, hingga Rp 100.000,” terangnya.

Baca Juga:  Dapat Kucuran Dana Rp 28 Miliar di Bisnis Kulinernya, Gibran: Ini Hadiah untuk Kaesang

Tersangka pun dijerat dengan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Perbankan No 10/1998 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kapolsek Laweyan, AKP Ismanto Yuwono memaparkan, Koperasi Simpan Pinjam Citra Tama juga berjalan tanpa izin dari Bank Indonesia. Untuk transaksi dengan pedagang, tersangka membuat sertifikat sebagai bukti nasabah menyetorkan uang sesuai jumlah yang disepakati.

Ismanto mengatakan, “Jadi modus semacam ini banyak dilakukan oleh pelaku penipuan untuk menghimpun dana. Imbal balik tinggi selalu jadi modus utama”.

Tags: , ,