Gelar Hajatan di Lapangan, Wakil Ketua DPRD Tegal Ditetapkan Tersangka

Gelar pesta hajatan di masa pandemi dengan hiburan dangdut di Lapangan Tegal Selatan Rabu (23/9) lalu. Kini Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita telah melakukan penetapan tersangka kepada terlapor atas nama WES,” kata Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo dalam konferensi pers.

Penyelidikan kasus ini berawal adanya laporan polisi atau LP/A/91/IX/2020/Jateng/Res Tegal Kota tanggal 25 September.

“Atas dasar laporan itu kita melakukan serangkaian upaya penyelidikan, kemudian setelah bukti permulaan yang cukup kita tingkatkan menjadi penyidikan,” kata Kapolres.

Modus operandinya, kata Kapolres, Wasmad melaksanakan hajatan pernikahan dan sunatan dengan mengundang tamu dengan hiburan yang dihadiri ribuan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Serta tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh petugas yang berwenang.

Baca Juga:  Satpol PP Karanganyar Klaim Kesadaran Mengenakan Masker Meningkat

Pihaknya sedikitnya telah meminta keterangan 15 orang saksi dan sejumlah keterangan dari para saksi ahli.

“Dari hasil penyidikan dan melakukan serangkaian upaya pemeriksaan terhadap 15 orang saksi, dan beberapa ahli ada ahli pidana, ahli kesehatan, dan ahli bahasa,” kata Kapolres.

Pihaknya juga mengamankan sedikitnya tujuh barang bukti. Mulai dari surat pengantar RT, pengantar kelurahan, pernyataan yang ditandatangani WES, surat izin yang diterbitkan Polsek, hingga satu keping DVD berisi rekaman video yang menggambarkan jalannya acara.

Wasmad disangkakan Pasal 93 Undang-undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Jo Pasal 216 ayat 1 KUH Pidana Jo Pasal 65 Ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman maksimal satu tahun kurungan penjara.

Baca Juga:  Hong Artha Didakwa Suap Anggota DPR dan Kepala BPJN IX

Meski ditetapkan tersangka, WES tidak ditahan. Ia hanya akan dikenakan wajib lapor sambil menunggu proses hukum yang berjalan.

“Melihat ancaman hukumannya kita tidak melakukan penahanan, ancamannya satu tahun penjara denda Rp 100 Juta. Kita sudah punya surat pemanggilan tersangka, rencana kita panggil hari Rabu, setelah itu wajib lapor,” tandasnya.

Tags: , ,