Gereja Klaten Gunakan Sistem Barcode Bagi Jemaat Saat Misa Natal

Pengurus Gereja Santa Maria Assumpta Klaten menerapkan protokol kesehatan sangat ketat bagi umat yang mengikuti misa Natal.

Mereka yang bisa beribadah di gereja merupakan umat yang sudah terdaftar serta memiliki tanda barcode.

Tanda barcode itu dimiliki masing-masing umat ketika menerima surat undangan mengikuti misa di gereja.

Setiap akan masuk ke gereja, masing-masing umat diminta menunjukkan tanda barcode tersebut untuk dilakukan pemindaian oleh panitia.

Ketika tak memiliki tanda tersebut, umat tak bisa mengikuti ibadah di dalam gereja dan diarahkan mengikuti misa secara virtual.

Satgas Pencegahan Covid-19 Gereja Santa Maria Assumpta Klaten, Handoko, menjelaskan umat yang memiliki barcode sebagai akses mengikuti misa Natal merupakan umat yang sudah melewati tahapan seleksi ketat.

Baca Juga:  Keraton Solo Menggelar Kirab Gunungan Sekaten Solo, Sabtu 8 Oktober 2022

Seleksi itu melalui beberapa tahapan screening dari petugas lingkungan gereja.

“Kami sudah sering berlatih sebelumnya sehingga petugas kami berpengalaman dalam menerapkan protokol kesehatan. Sistemnya kami ada semacam undangan berupa barcode. Kalau tidak punya barcode, tidak diizinkan masuk,” kata Handoko saat ditemui di Gereja Santa Maria Asssumpta Klaten, Jumat (25/12/2020).

Screening pertama yakni membatasi rentang usia umat yang bisa mengikuti misa di gereja. Bagi mereka yang berusia kurang dari 12 tahun dan 65 tahun ke atas, tak boleh ikut.

Dari seleksi itu lantas dilakukan pendataan kondisi kesehatan umat. Bagi umat yang memiliki penyakit bawaan atau penyerta tak diizinkan mengikuti misa di gereja.

Baca Juga:  Nikmati Acara Solo Batik Music Festival 2022 di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo 1-2 Oktober 2022

Ketika terseleksi umat yang memenuhi persyaratan mengikuti misa di gereja, panitia baru memberikan tanda barcode kepada umat sekaligus sebagai undangan.

Tanda barcode wajib dibawa ketika umat mengikuti misa sesuai jadwal yang sudah dibagi panitia.

Kedatangan umat ke gereja juga dibagi sesuai jadwal lantaran ada pembatasan jumlah umat mengikuti setiap sesi misa.

Pembatasan itu menyusul ada pengaturan jarak tempat duduk umat. Setiap sesi hanya bisa diikuti 200an umat.

Pembatasan itu membuat jadwal misa natal semakin panjang dan banyak. Ada 10 sesi misa pada Natal tahun ini yang dimulai sejak 23 Desember dan berakhir pada 26 Desember.

Tags: , ,