Gergaji Mobile Buatan SMK Kristen 2 Solo Siap Dipasarkan

Satu lagi karya siswa SMK di Solo yang patut dibanggakan. Penggergajian mobile (bergerak), Prigel, karya siswa SMK Kristen 2 Solo sudah mulai dipesan masyarakat umum. Di antaranya dari kalangan pengusaha kayu, pemerintah, bahkan perusahan besar yang bergerak dalam penjualan peralatan pertukangan sudah mengajukan pemesanan.

“Pengusaha sudah ada yang pesan. Beberapa waktu lalu kami juga presentasi di depan gubernur di Sulawesi tentang alat ini. Dan kalau tidak ada halangan, tahun depan pemerintah provinsi itu akan menganggarkan APBD untuk pembelian beberapa unit. Selain itu sebuah perusahaan penjualan alat pertukangan juga order unit kepada kami dan nanti unitnya akan menggunakan brand mereka. Sekarang order sedang proses administrasi,” ujar Kepala SMK Kristen 2 Solo, Wijanto, pekan lalu.

Baca Juga:  Dianggap Ampuh Obati Pasien Covid-19, PMI Solo Komitmen Sediakan Plasma Penyintas

Menurutnya, progres ini menunjukkan bahwa penggergajian bergerak karya siswanya ini sudah diakui kualitasnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, komersialisasi produk ini akan membawa dampak ekonomi yang baik kepada sekolah. Namun menurutnya hal itu bukan menjadi tujuan utama. “Kami tidak berorientasi bisnis meskipun unit ini laku di masyarakat. Tetapi yang lebih penting adalah memberikan rasa bangga kepada siswa bahwa mereka bisa membuat produk yang diakui dan diterima oleh masyarakat,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kelangsungan produksi pada masa pandemi Covid-19 ini, ketika sebagian siswa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), Wijanto mengatakan tidak menjadi masalah. Menurutnya, produksi bisa tetap dijalankan siswa dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya pada Januari 2020 lalu, penggergajian bergerak Prigel, karya siswa SMK Kristen 2 Solo dengan seri perdana Krisdatech Mills LD 60 langsung dikomersilkan dengan nilai jual Rp 63 juta per unit.

Baca Juga:  Dinkes Solo Kesulitan Tracing Kontak Pedagang Soto yang Tertular Covid-19

Ide pembuatan alat ini dicetuskan Ibnu Kurniawan, seorang pengusaha kayu asal Solo yang melihat adanya kebutuhan pengusaha atas penggergajian bergerak yang bisa dibawa masuk ke dalam hutan dengan mudah. Lalu Ibnu bekerja sama dengan SMK Kristen 2 Solo untuk mewujudkan idenya tersebut.

Saat itu pihak sekolah langsung melakukan riset dan membuat desain-desain sesuai kebutuhan. Selanjutnya penggergajian bergerak ini mulai dibangun dengan melibatkan siswa. Dalam proses pembuatannya, Krisdatech Mills LD 60 mengalami revisi baik desain maupun teknis.

Tags: , ,