Gibran Diminta Tutup Warung Kuliner Anjing di Solo

Gibran Diminta Tutup Warung Kuliner Anjing di Solo

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali didesak oleh Komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI) untuk menutup warung kuliner ekstrem berbahan daging anjing.

DMFI meminta kepada Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo, untuk segera menerbitkan aturan pelarangan terkait hal tersebut.

Desakan ini pada sebelumnya sudah pernah dilakukan pada 2019 lalu kepada Wali Kota sebelumnya yakni FX Hadi Rudyatmo.

Namun, kini pimpinan berganti, DMFI kembali menyuarakan isu tersebut.

DMFI menyebut bahwa Solo merupakan pusat dari sejumlah besar perdagangan daging anjing di Pulau Jawa.

Investigasi DMFI mencatat ada 85 warung makan yang menyajikan daging anjing yang disuplai dari sejumlah rumah jagal dengan rata-rata 13.700 anjing per bulan.

Melalui rilisnya pada hari Selasa (20/4/2021), Karin Franken selaku koordinator nasional DMFI mengatakan, “DMFI mendorong Wali Kota Solo Bapak Gibran untuk segera mengambil tindakan tegas mengeluarkan hukum pelarangan perdagangan dan konsumsi daging anjing”.

Menurutnya, suara DMFI mewakili keinginan mayoritas masyarakat Indonesia.

Berdasarkan survei DMFI yang dilakukan oleh Nielsen pada Januari 2021, terbukti bahwa 93% dari total penduduk mendukung pelarangan perdagangan daging anjing dan sikap terlihat pada provinsi-provinsi di Indonesia.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa banyak hal negatif yang muncul dengan bebasnya peredaran daging anjing.

Diantaranya yakni kekhawatiran penularan penyakit rabies serta maraknya pencurian anjing.

‚ÄúPerdagangan ini tidak hanya kejam, tapi juga menimbulkan risiko mematikan atas penyebaran penyakit dan terkait langsung dengan penularan rabies di Indonesia dan negara-negara lain di mana perdagangan daging anjing ini terus berlangsung”, imbuhnya.

“Larangan perdagangan daging anjing di Solo akan menyiratkan bahwa Solo adalah kota yang maju dan memprioritaskan kesehatan dan keamanan warganya serta kesejahteraan hewan,” jelasnya.

Sementara itu, Arif Dermawan selaku Kepala Satpol PP menyampaikan bahwa saat ini regulasi pelarangan daging anjing memang belum ada.

Tetapi selama ini pihaknya sudah mendata keberadaan warung-warung kuliner anjing di Solo.

Arif menuturkan, “Aturan pelarangan memang belum ada, kami hanya mensosialisasikan undang-undang yang mengatakan bahwa anjing bukan hewan konsumsi. Yang jelas, pedagang harus jelas mencantumkan tulisan kuliner anjing, sehingga pendatang dari luar kota tidak tertipu”.

Selama ini Satpol PP bersama dinas lain juga melakukan sosialisasi terkait dampak negatif mengkonsumsi daging anjing. Selain itu, pedagang juga diminta tidak berjualan secara sembunyi-sembunyi.

Tags: , ,