Gibran Kaji Kebijakan Penutupan Kuliner Anjing di Solo

Gibran Kaji Kebijakan Penutupan Kuliner Anjing di Solo

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) mendesak Pemkot Solo untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan menjual dan mengkonsumsi daging anjing.

Menanggapi hal tersebut, Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo menjelaskan bahwa telah menerima masukan tersebut, namun pihaknya mengaku butuh waktu untuk mengkajinya.

Pada hari Rabu (21/4/2021), Gibran menuturkan, “Saya kaji dulu ya, bentar. Sarannya (DMFI) sudah masuk. Saya terima masukannya semua”.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan bahwa untuk membuat kebijakan harus menerima saran dan masukan terlebih dulu.

Hal tersebut dilakukan agar kebijakan tersebut tidak merugikan orang lain.

“Soal itu (larangan menjual dan mengkonsumsi daging anjing) masih kita kaji, tunggu saja”, katanya.

Arif Darmawan selaku Kepala Satpol PP Solo menambahkan bahwa tak bisa berbuat banyak untuk melarang para pedagang kuliner berbahan daging anjing.

Pasalnya, belum ada aturan soal pelarangan tersebut.

Menurut data Satpol PP Solo, ada sebanyak ada 21 pedagang kuliner berbahan daging anjing di Solo.

Arif mengatakan, “Semuanya berstatus sebagai PKL (Pedagang Kaki Lima). Dari 21 PKL tersebut, beberapa merangkap sebagai pemasok daging anjing untuk PKL lainnya”.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solo, Aryo Widyandoko, mengatakan tetap memantau perdagangan daging anjing meski belum ada aturan pelarangan. Pihaknya turun untuk memastikan daging anjing berpenyakit atau tidak.

“Kita terus memantau keamanan pangan. Petugas kami sering sidak ke pedagang untuk mengecek dagingnya benar-benar sehat atau tidak,” kata Aryo.

Tags: , ,