Gibran: Tak Ada Paksaan Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

Gibran: Tak Ada Paksaan Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

Sejumlah orang tua di Kota Solo dikabarkan masih merasa enggan untuk mengizinkan anak-anaknya mengikuti proses pembelajaran tatap muka (PTM).

Hal tersebut terjadi baik di sekolah negeri maupun swasta. Bahkan, ada sekolah negeri yang tingkat partisipasinya tercatat hanya sebanyak 25 persen saja.

Sehubungan dengan hal itu, Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo turut memberikan respon.

Gibran menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan memaksa orang tua atau wali murid untuk mengizinkan anaknya ikut PTM.

Pada hari Rabu (24/3/2021) kemarin, Gibran menuturkan, “Kalau keberatan kita tidak akan memaksa. Tetap bisa belajar dari rumah. Tidak apa-apa, Tidak masalah”.

Gibran menambahkan, “Tidak ada paksaan, monggo. Tapi, di Solo ini sudah aman dan kita sudah siap membuka sekolah”.

Keyakinan Gibran tersebut karena sejumlah infrastruktur protokol kesehatan sudah disiapkan.

Seperti penyediaan tempat cuci tangan, face shield, dan masker.

“Memang ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Tapi umumnya sudah siap”, ungkapnya.

“Kalau ada masukan-masukan dari orang tua ya silakan disampaikan ke saya”, katanya lagi.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga menyampaikan bahwa dirinya sempat mendapatkan saran dari orang tua murid bahwa peserta didik sebaiknya juga divaksin.

Mengenai itu, Gibran menjelaskan, “Kalau itu, lihat nanti dulu. Umurnya berapa? kalau smp divaksin kan tidak boleh”.

“Semuanya tetap kita perlakukan sama. Dan sekali lagi untuk orang tua murid, yang namanya vaksin ini kekebalan kelompok bukan individu”, ungkapnya.

Seperti yang diketahui, uji coba PTM jenjang SMP Kota Solo diikuti 25 sekolah. Namun sekolah-sekolah tersebut tidak memulainya secara serentak pada hari Senin (22/3/2021).

Ada yang memulai hari Selasa (23/3/2021, bahkan ada yang baru akan memulai pekan depan. Mereka yang belum memulai karena masih menyelenggarakan penilaian tengah semester (PTS) atau gurunya tengah menjalani vaksinasi Covid-19.

Tags: , ,