Grand Final Putra-Putri Lawu 2020 Dikritik Anggota Dewan

Grand Final Putra-Putri Lawu Dikritik Anggota Dewan

Acara Grand Final pemilihan Putra-Putri Lawu 2020 yang digelar di Rumah Atsiri hari Kamis (16/7/2020) kemarin, mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak.

Kritikan tidak hanya datang dari warga dan tokoh masyarakat saja, namun juga dari anggota DPRD Karanganyar. Para wakil rakyat menilai bahwa pelaksanaan grand final tersebut mengabaikan protokol kesehatan.

Endang Muryani -salah satu anggota DPRD Karanganyar- mengatakan, dalam situasi meningkatnya jumlah kasus virus corona, semua pihak harus menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang banyak mengumpulkan massa. Meski saat ini pemerintah telah menerapkan new normal.

Endang pada hari Kamis (16/7/2020) kemarin menyampaikan, “Jangan terlalu memaksakan diri. Apalagi sampai mengadakan kegiatan yang mengabaikan protokol kesehatan”.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga menambahkan, “Covid-19 belum berakhir. Tetap disiplin dalam menjaga kesehatan. Apalagi kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan”.

Komentar yang senada juga datang dari Rohadi Widodo -Wakil Ketua DPRD Karanganyar-. Ia menuturkan bahwa Disparpora seharusnya memberi contoh pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Rohadi menjelaskan, “Ini sangat fatal. Saya melihat dalam sesi pengambilan foto, telah mengabaikan protokol kesehatan. Seharusnya kan bisa ditata yang baik dan dilakukan dengan standar dan protokol kesehatan”.

Namun Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Jawoto, mengatakan, pelaksanaan pemilihan Putra-Putri Lawu tersebut, tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Titis menuturkan, jumlah yang hadir dalam finalis Putra-Putri Lawu tersebut, tidak sampai 100 orang.

Tags: , ,