Grand Master Irene Kharisma Sebut Kasus Dewa Kipas Coreng Pecatur Indonesia

Grand Master Irene Kharisma Sebut Kasus Dewa Kipas Coreng Pecatur Indonesia

Seperti yang diketahui, pada beberapa waktu lalu, ramai polemik terkait kemenangan pertandingan catur online antara Dadang Subur (Dewa Kipas) atas IM Levy Rozman (GothamChess).

Kasus ini bermula dari kemenangan Dewa Kipas, yang bernama asli Dadang Subur, atas International Master Levy Rozman asal Amerika Serikat. Rozman yang menggunakan nama akun GothamChess menuding bahwa Dewa Kipas melakukan kecurangan, yang kemudian berujung dengan pemblokiran akun pria Indonesia tersebut oleh Chess.com.

Kejadian itu tak berhenti di situ saja, netizen Indonesia dan netizen tanah air ramai-ramai membela dan menyerbu akun media sosial Rozman.

Hal tersebut membuat Grand Master Wanita Catur Indonesia yakni Irene Kharisma turut angkat bicara.

Irene Kharisma menyebut bahwa kasus ini mencoreng dan mempermalukan atlet catur Indonesia.

Irene sebelumnya telah melayangkan surat terbuka melalui media sosial Instagram pribadinya, @irene_sukandar, hari Minggu (14/3/2021). Dalam surat tersebut, ia mengungkapkan kegundahan hatinya soal polemik kemenangan Dewa Kipas atas pecatur Amerika Serikat, IM Levy Rozman yang menggunakan nama GothamChess dalam pertandingan catur online di Chess.com.

Mengutip dari CNN Indonesia hari Senin (15/3/2021), Irene mengatakan, “Saya tidak mau komentar lagi, karena memang sudah selesai, tidak ada apa-apa lagi. Apa yang saya lakukan sekarang hanya meluruskan berita saja (apa yang dilakukan Dewa Kipas)bukan hanya mencoreng Percasi, tapi kami sebagai atlet catur”.

Namun, di sisi lain, Deddy Corbuzier justru memberikan panggung buat Dewa Kipas yang akhirnya membuat Irene angkat bicara.

“Di satu sisi, tentu segala bentuk publikasi akan catur adalah sebuah keuntungan bagi para insannya. Tapi saya selalu memegang nilai-nilai kebenaran, jujur, dan ksatria seperti makna permainan catur”, kata Irene.

“Kita, saya, dan Mas Deddy (Corbuzier), sebagai public figure yang bisa membentuk opini masyarakat harus bersama-sama memberitakan berita yang benar untuk membangun karakter bangsa ini dan nilai-nilai kejujuran’, ungkapnya.

Menurutnya, kejadian ini sudah merugikan banyak pihak dan kepopuleran yang didapat tidak sebanding dengan rasa malu yang diterima Irene dan teman-teman pecatur profesional lainnya.

“Seakan-akan citra positif dan prestasi yang kami bangun susah payah untuk Tanah Air, Indonesia yang sangat saya cintai ini sirna karena dampak negatif dari pemberitaan yang berkembang. Jikalau Mas Deddy berkenan, mari kita luruskan hal ini agar tidak berimbas terlalu dalam bagi kami patriot-patriot catur Indonesia”, katanya lagi.

Irene menilai Deddy Corbuzier memberikan panggung untuk Dadang, namun tidak memberikan gambaran yang jernih terhadap kasus tersebut. Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dalam diskusi pada hari Jumat (12/3/2021) lalu mengungkap anomali pada permainan Dadang Subur alias Dewa Kipas, termasuk menjelaskan algoritma kecurangan yang dipakai di Chess.com.

Tags: , ,